Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rusak 8 Tahun lalu, Kadis PU Buleleng Sebut Refocusing Anggaran Covid-19 Jalan Tak Diperbaiki

Bali Tribune / PERBAIKI - Warga Dusun Kembang Sari, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt,memperbiki jalan secara swadaya yang rusak parah sejak 8 tahun lalu.
balitribune.co.id | SingarajaKeluhan warga Dusun Kembang Sari, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt soal jalan di tempat mereka yang rusak sejak 8 tahun lalu tak kunjung diperbaiki, ditanggapi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng I Putu Adiptha Ekaputra. Dia menyebut, semua rencana prorgram pembangunan fisik untuk tahun 2020 terpaksa ditunda setelah anggaran dirasionalisasi termasuk refocusing untuk Covid-19.
 
"Semua pos anggaran terkena refocusing untuk Covid-19. Jadi semua rencana pengerjaan fisik dijadwal ulang. Kemungkinan di tahun 2021," terang Adiptha Ekaputra, Senin (29/6).
 
Menurutnya, usulan perbaikan jalan di Desa Lokapaksa sudah menjadi prioritas. Selain diusulkan melalui Musrenbang, perbaikan jalan-jalan di Desa Lokapaksa sudah masuk agenda pembangunan yang harus dilaksanakan ditahun anggaran 2020.
 
"Ya, karena covid-19 terpaksa memang kita mengalah untuk keperluan yang lebih mendesak," tandasnya.
 
Sebelumnya, warga Dusun Kembang Sari, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang dianggap tak responsif dengan keluhan mereka. Jalan milik Pemkab Buleleng itu sudah bertahun-tahun rusak parah namun pemerintah sepertinya abai. Padahal, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses ekonomi dan keluar masuk terutama untuk membawa hasil bumi kepasar. Sebagai ungkapan akumulasi kekecewaan, mereka terpaksa memperbaiki jalan sepanjang 3,5 km tersebut dengan cara dicor melalui swadaya.
 
Kepala Dusun Kembang Sari, Gusti Putu Merta, kerusakan jalan milik Pemkab Buleleng itu sudah cukup lama. Bahkan belakangan semakin parah dan nyaris tak bisa dilewati.
 
"Sejak 8 tahun lalu rusak, sering diusulkan baik melalui Musrenbang maupun dengan cara lain, namun tak pernah ditanggapi. Bupati Buleleng pernah datang kesini 5 tahun lalu saya sendiri yang membonceng, berbarengan dengan melihat jembatan jebol dan berjanji akan memperbaiki namun hingga kini tak terbukti," tandasnya
wartawan
Khairil Anwar
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.