Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Satpol PP Badung Kerahkan Alat Berat Bongkar Penutup Saluran Irigasi Subak di Munggu

saluran irigasi
Bali Tribune / Pembongkaran penutup saluran irigasi subak di Desa Munggu, Mengwii

balitribune.co.id | Mangupura - Tim Yustisi Pemkab Badung yang dimotori Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  membongkar penutup saluran irigasi di Subak Munggu di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, pada Kamis (12/2). Untuk menghancurkan penutup saluran dari beton ini, aparat penegak Perda Badung ini bahkan sampai mengerahkan alat berat berupa eskavator.

Pembongkaran turut disaksikan  perwakilan dari DPUPR Badung, perwakilan Camat Mengwi, tokoh masyarakat Desa Munggu, Kasi Trantib Desa Munggu, Pekaseh Subak Munggu beserta petani setempat.

Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa pembongkaran penutupan saluran irigasi di Subak Munggu dilakukan berdasarkan surat perintah Bupati Badung. Dimana penutupan saluran irigasi dengan beton ini selain tanpa ijin juga membuat para petani kesulitan untuk mengairi sawah mereka.

"Giat pembongkaran penutup saluran irigasi di Subak Munggu adalah tindak lanjut dari surat perintah pembongkaran dari Bupati Badung," ujarnya.

Menurut Suryanegara pemasangan tutup saluran irigasi subak ini jelas-jelas melanggar. Pasalnya, saluran irigasi ini adalah saluran aktif yang dipakai akses oleh petani untuk mengairi sawah mereka.

"Dari kajian Dinas PUPR selain penutup saluran irigasi ini melanggar dan tanpa ijin. Kemudian mempersulit para petani untuk mendapatkan air. Jadi, bupati memerintahkan kami di Satpol PP untuk membongkar," kata Suryanegara.

Disamping itu, lanjut dia, pembongkaran ini juga atas permohonan dari Pekaseh Subak Munggu. Sebelum langkah eksekusi Satpol PP bersama Dinas PUPR Badung telah turun untuk melakukan survey ke lokasi pada akhir tahun 2025 lalu. Berdasarkan hasil survey tersebut diketahui dimensi saluran irigasi yaitu lebar 1 meter dan tinggi 1,2 meter. Kondisi Saluran Irigasi ditutup menggunakan beton sepanjang ± 20 meter.

Saluran yang ditutup berada di wilayah Subak Munggu Desa Munggu merupakan Saluran tersier Daerah Irigasi Munggu yang mengairi sawah seluas 17 Ha.

Dampak dari penutupan saluran irigasi tersebut mengakibatkan air tersumbat sehingga kekurangan air di areal sawah yang di airi yang akan berdampak pada produktivitas panen. Kemudian mengakibatkan tumpukan sampah sehingga terjadi banjir saat hujan serta menyulitkan operasional dan pemeliharaan saluran irigasi tersebut.

wartawan
ANA
Category

Wujudkan Budaya Tertib Lalin, Astra Motor Bali Soroti 6 Pemicu Utama Kecelakaan

balitribune.co.id  | Denpasar - Astra Motor Bali terus berkomitmen mendukung terciptanya budaya keselamatan berkendara di jalan raya sejalan dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2026. Melalui edukasi berkelanjutan, Astra Motor Bali mengajak masyarakat untuk semakin disiplin dan sadar akan pentingnya keselamatan dalam setiap aktivitas berkendara.

Baca Selengkapnya icon click

Bendungan Sangsang Jebol, Puluhan Hekta Sawah dan Tambak Terancam

balitribune.co.id | Gianyar - Untuk kesekian kalinya, Bendungan Sangsang di Desa Lebih, Gianyar, kembali jebol. Akibatnya, tidak ada aliran air di Sungai Pakerisan yang menjadi sumber air irigasi  puluhan hektare sawah dan tambak. Kondisi ini membuat resah para petani, larena terancam gagal tanam. Terlebih, tanaman padi di wilayah itu, rata-rata baru berumur sekitar satu pekan terancam mengalami kekeringan akibat terhentinya suplai air. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Sanjaya Hadiri Karya Agung di Pura Manik Toya, Batannyuh, Marga

balitribune.co.id | Tabanan - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menghadiri Uleman Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Manik Toya, Banjar Adat Umadiwang, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (5/2).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sebut Pansus TRAP DPRD Bali 'Lucu', Perbekel Pancasari Tegaskan Desa Tak Punya Kewenangan Backing Bali Handara

balitribune.co.id | Singaraja - Kepala Desa (Perbekel) Desa Pancasari, Sukasada, Buleleng, Wayan Komiarsa, mengaku kecewa terhadap proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, pada Rabu (4/2/2026) lalu. Ia menilai aspirasi dan data riil dari pihak desa terkait persoalan banjir di wilayahnya tidak diberikan ruang yang cukup untuk dipaparkan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.