Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sebanyak 128 Kasus PMK Ditemukan di Bali, Langkah Preventif Pemprov Bali Cegah Penyebaran Kasus PMK

Bali Tribune/ Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada.



balitribune.co.id | Denpasar - Langkah preventif diambil Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali terkait  merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi di Bali,    diantaranya yakni dengan melakukan “pemotongan bersyarat”.

 “Kita lakukan tindakan pemotongan bersyarat agar tidak menyebar ke yang lain,” sebut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada, dalam keterangan persnya di Denpasar, Selasa (5/7).

Disebutkan bahwa hingga Selasa (5/7)  tercatat 128 kasus PMK yang ditemukan di provinsi Bali dan sebanyak 62 ekor sapi sudah “dipotong bersyarat” dengan tujuan menekan penyebaran virus PMK.

Sunada menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan ‘stamping out’ karena, daging dari sapi tersebut masih aman untuk dikonsumsi.
 
"Dari 128 kasus PMK itu sudah ‘dipotong bersyarat’ sebanyak 62 ekor sapi. Jadi sisanya sebanyak 66 ekor sapi hari ini dan besok kita tuntaskan dan dipastikan besok sudah tidak ada lagi kasus PMK. Kita tidak melakukan stamping out, karena stamping out artinya memusnahkan. Sedangkan pemotongan bersyarat dagingnya masih bisa kita konsumsi tetapi kepala, jeroan, kaki dan kulit harus dibakar," tuturnya.

Wayan Sunada menerangkan, di Gianyar sudah dilakukan pemotongan bersyarat sebanyak 38 ekor sapi. Sampai saat ini di Gianyar sudah tidak ditemui kasus, karena sumber penyakit itu sudah dihilangkan.

Sementara di Buleleng ditemukan 24 kasus dan hari ini (Selasa) dipantau sudah habis dengan cara pemotongan bersyarat. Untuk di Karangasem saat ini pihaknya sudah bergerak.

Kemudian, untuk membantu para peternak yang terjangkit kasus PMK, Wayan Sunada mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajak para pembeli dan tukang jagal sapi.

"Kalau mereka kesulitan mendapatkan tukang jagal dan pembeli kita sudah ajak tukang jagal dan pembeli. Sudah ada pembelinya, tidak rugi-rugi banget karena harga daging sapi sehat dan yang terkena virus itu sama diatas Rp80.000/kg," pungkasnya.

Wayan Sunada menambahkan, bahwa penyebab dari virus ini bisa sampai ke Bali terindikasi dibawa oleh kendaraan alat angkut atau manusianya.

“Kita juga lakukan penyemprotan disinfektan bekas tempat ternak dan sekitar yang terjangkit PMK ataupun yang terindikasi,” ungkapnya.

Lockdown juga diakukan terhadap aktivitas ternak di pasar hewan, tujuannya untuk menghindari PMK di tempat tersebut. Jadi menurutnya, bukan pasarnya yang di “lockdown” tetapi aktivitasnya.

“Kita tuntaskan semua dalam tiga hari ini, sehingga setelahnya tidak ada lagi wabah PMK di Bali,” cetusnya.

“Selama wabah PMK masih ada, transportasi ternak, masuk ataupun keluar kami tutup. Kamipun tidak menerbitkan Surat Kesehatan Hewan (SKH),” sambungnya.

Sunada menjelaskan bahwa kasus PMK yang menyerang sapi di Bali terus bertambah. Oleh karena itu, tegasnya, saat ini vaksinasi difokuskan ke wilayah-wilayah yang terjangkit kasus PMK.

Wayan Sunada menerangkan, di Gianyar sudah dilakukan pemotongan bersyarat sebanyak 38 ekor sapi. Sampai saat ini di Gianyar sudah tidak ditemui kasus, karena sumber penyakit itu sudah dihilangkan. Untuk di Buleleng ditemui 24 kasus, dan hari ini dipantau sudah habis dengan cara pemotongan bersyarat. Untuk di Karangasem saat ini pihaknya sudah bergerak.

Kemudian, untuk membantu para peternak yang terjangkit kasus PMK, Wayan Sunada mengatakan bahwa pihaknya sudah mengajak para pembeli dan tukang jagal sapi.

"Kalau mereka kesulitan mendapatkan tukang jagal dan pembeli kita sudah ajak tukang jagal dan pembeli. Sudah ada pembelinya, tidak rugi-rugi banget karena harga daging sapi sehat dan yang terkena virus itu sama diatas Rp80.000," pungkasnya.

Wayan Sunada menambahkan, bahwa penyebab dari virus ini bisa sampai ke Bali terindikasi dibawa oleh kendaraan alat angkut atau manusianya.

wartawan
M1
Category

Proyek Dermaga Gilimanuk Picu Antrean Panjang, Polisi Siaga di Gilimanuk

balitribune.co.id | Negara — Pengerjaan peningkatan kapasitas Dermaga Mobile Bridge (MB) 2 di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk berdampak terhadap arus lalu lintas di sekitarnya. Antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa terpantau mengekor hingga keluar kawasan pelabuhan.

Baca Selengkapnya icon click

Menuju 70 Tahun, Astra Rilis Logo Baru Serta Galang Donasi untuk NTT

balitribune.co.id | Jakarta - Hampir tujuh dekade, Astra tumbuh bersama Indonesia melalui inovasi, kolaborasi, and kontribusi yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Perjalanan tersebut terjalin bersama pemerintah, karyawan, mitra, pelanggan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan di berbagai daerah yang menjadi bagian dari perjalanan Astra hingga hari ini.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

FIFGROUP Peduli Salurkan 1.200 Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

balitribune.co.id | Kupang - Bencana Gempa bumi yang melanda wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) membawa dampak besar bagi masyarakat yang terdampak. Di tengah kondisi tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu hal penting untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar

balitribune.co.id I Singaraja - Pelaksanaan Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja, Minggu (23/8/2026). 

Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini berhasil mencatatkan perputaran ekonomi sebesar Rp3,091 miliar lebih. Diperkirakan sampai akhir kegiatan, perputaran ekonomi mencapai Rp3.6 miliar lebih.

Baca Selengkapnya icon click

Menolak Bantuan Asing Saat Flores Menangis

balitribune.co.id I Bencana alam selalu menjadi cermin paling jujur untuk melihat kesiapan sebuah negara. Ketika gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan Agustus 2026 ini, riak yang muncul bukan sekadar urusan patahan tektonik, melainkan patahan birokrasi yang akut.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.