Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sebelas Desa Belum Memilki BUMDes

I Gusti Ngurah Agung Alit.

Bangli, BALI TRIBUNE - Dari 68 desa yang ada  diwilayah kabuapten Bangli, sebanyak sebelas desa belum memilki Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). Dari jumlah tersebut beberpa desa sedang melakukan persiapan untuk membentuk BUMdes.  Hal tersebut diungkapkan Kasi Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Dinas Perberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bangli I Gusti Ngurah Agung Alit, Jumat (9/11). Mengacu pada data sampai bulan Oktober dari 68 desa yang ada  baru 57  desa yang memilki BUMdes. Untuk kecamatan Bangli  yang terdiri dari 5 desa, semua desa sudah memilki BUMdes, begitupula Kecamatan Tembuku yang terdiri dari 6 desa buku semua desa sudah memilki BUMdes. Sementara  Kecamatan Susut yang terdiri dari  9 desa  2 desa yakni desa Selat dan Sulahan belum memiliki BUMdes. Sementara Kecamatan Kintamani yang terdiri dari 48 desa  sebanyak Sembilan desa yakni, Binyan, Bunutin, Ulian, Dausa, Satra, Sekardadi, Mengani, Bonyoh dan Pinggan belum memilki BUMdes. ”Ada desa sedang  proses persiapan untuk membentuk BUMdes  seperti Desa Sulahan, Kecamatan Susut,” jelas Gusti Ngurah Agung Alit. Pejabat asal Klungkung ini tidak menampik  kalau ada beberapa BUMdes mengahadapi permasalahan sehingga tidak bisa  beraktifitas alias macet. Ia mencontohkan BUMdes Desa Songan A dan Desa Trunyan, Kecamatan  Kintamani. Dimana  pengurus kedua BUMdes tersebut terbelit masalah hukum.  BUMdes  yang ada dominan bergerak di bidang usaha simpan pinjam dan ada pula yang bergerak di bidang usaha pertokoan, unit pasar desa dan usaha penyedia  sarana produksi pertanian. “Bahkan kini banyak BUMdes bergerak di bidang pariwisata,  salah satunya BUMdes Tembuku yang mulai mengelola obyek wisata Tukad Cepung,” ujarnya. Untuk  menumbuhkembangkan  BUMdes  tidak terlepas dari penyertaan modal dari desa. Untuk penyertaan modal diatur dalam  Peraturan Desa (Perdes)  Sementara untuk sistem kerja BUMdes  diatur lewat AD/ART. “Kami di dinas  lewat tim sering turun melakukan pembinaan-pembinaan demi kemajuan BUMDes,” jelasnya. Ia menambahkan yang  membanggakan yakni karena perkembanganya yang begitu pesat BUMdes Landih dan Pengootan dijadikan BUMdes  percontohan. “Banyak tamu dari luar daerah khusus datang ke 2 BUMdes tersebut  untuk melakukan study tiru,” kata Gusti  Ngurah Agung Alit. sam 

wartawan
Ketut Sugiana
Category

Seorang WNA Diduga Hipnotis dan Gasak Uang Pemilik Warung di Bangli

balitribune.co.id I Bangli - Aksi pencurian dengan cara hipnotis membuat resah pemilik warung di Bangli. Bahkan salah satu pemilik warung di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, yakni Ni Wayan Sariani menjadi korbannya. Pedagang sembako ini kehilangan uang Rp 1,2 juta setelah diperdayai pelaku. Dari ciri-ciri pelaku kuat dugaan pelaku adalah warga negara asing (WNA).

Baca Selengkapnya icon click

Diduga Terjangkit ASF, Puluhan Babi Mati Mendadak

balitribune.co.id I Mangupura - Wabah African Swine Fever (ASF) diduga kembali menyerang peternakan babi di wilayah Badung. Kali ini, seorang peternak di Banjar Kayu Tulang, Canggu, Kuta Utara, mengalami kerugian besar setelah puluhan babi miliknya mati mendadak.

Peristiwa tersebut mulai terjadi sejak awal April 2026. Sedikitnya 60 ekor babi dilaporkan mati satu per satu dengan gejala tidak mau makan, lemas, lalu akhirnya mati.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Disdukcapil Denpasar Raih Predikat Sangat Baik dari Kemendagri

balitribune.co.id I Denpasar - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar meraih predikat Sangat Baik dengan nilai 90,00 berdasarkan evaluasi kinerja tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. Ketetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 800.1.5.1.1910/Dukcapil/2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BRI Dukung Pengembangan Usaha Pemindangan Ikan Melalui Penyaluran KUR di Bali dan Nusa Tenggara

balitribune.co.id | Semarapura - Wayan Suitari yang merupakan salah seorang perajin ikan pindang di Sentra Pemindangan Ikan Desa Kusamba Kabupaten Klungkung meningkatkan usahanya dengan menggunakan kredit usaha rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Ia yang sudah selama puluhan tahun bergelut di dunia pemindangan ikan, mendapat dukungan dana dari perbankan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.