Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sedang Barong Festival Picu Minat Generasi Muda Lestarikan Seni & Budaya Bali

Bali Tribune / Lomba Bapang Barong di Sedang Barong Festival
balitribune.co.id | Badung - Sedang Barong Festival yang melombakan Bapang Barong Ket dan Barong Buntut di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung tahun ini digelar untuk mengenalkan tradisi masyarakat Bali. Festival yang berlangsung setiap tahun tersebut diyakini dapat memicu minat para generasi muda melestarikan seni dan budaya Bali. 
 
Ketua Panitia Sedang Barong Festival, Putu Hendrawan di sela-sela Sedang Barong Festival, Jumat (27/12) mengatakan, festival tersebut merupakan salah satu cara untuk membangkitkan minat dan bakat generasi muda dalam melestarikan kesenian barong dan kendang tunggal. Mengingat Pulau Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata dunia yang menyuguhkan seni dan budaya sebagai daya tarik pariwisata.
 
Lomba Bapang Barong ini diselenggarakan oleh Paguyuban Kandapat agar dapat menjaga eksistensi pelaksanaan Festival Barong. Sebab, dengan makin seringnya diadakan festival dan perlombaan seperti ini maka makin banyak minat generasi muda untuk terjun dan mengasah bakat dalam seni dan budaya tari barong juga kendang. 
 
Paguyuban Kandapat adalah untuk mewadahi generasi muda dalam mengasah minat dan bakat guna pelestarian adat dan budaya, khususnya tari barong serta kendang tunggal. Disebutkan Hendrawan, festival tahun ini menyedot 74 peserta dari kalangan pelajar tingkat SD, SMP dan SMA seluruh Bali. "Inilah komitmen kita ingin ikut melestarikan budaya Bali. Kita inisiasi Festival Barong ini karena dari animo masyarakt yang begitu tinggi terhadap seni Bapang Barong, maka kita berikan tempat untuk tampil agar lebih mencintai budaya Bali," jelasnya. 
 
Kata dia seni Bapang Barong diharapkan ke depannya menjadi ikon Desa Sedang dan menjadi desa wisata karena memiliki potensi di bidang seni dan budaya. "Di Desa Sedang ini ada pelaku seni tabuh. 
 
Sekarang kita ingin lebih memperkenalkan seni Bapang Barong dan Kendang kepada masyarakat luas," ucap Hendrawan.
 
Pentas seni Bapang Barong akan sangat memberikan kontribusi terhadap desa wisata jika ada kolaborasi antara pelaku pariwisata dan seniman. "Harapan terhadap generasi muda, cintai atraksi seni dan budaya serta dalami karena betapa uniknya budaya Bali," katanya.
wartawan
Ayu Eka Agustini

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.