Sempat Karantina Wilayah, Banjar Munduk Gelar Pecaruan | Bali Tribune
Bali Tribune, Selasa 04 Agustus 2020
Diposting : 2 August 2020 22:45
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/ PECARUAN - Krama Banjar Munduk, Kaliakah, Minggu (2/8), menggelar upacara pecaruan.
Balitribune.co.id | Negara - Pasca pencabutan karantina wilayah di Banjar Munduk, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, pihak desa adat setempat menggelar pecaruan. Upacara buta yadnya tersebut dilaksanakan sebagai bentuk upaya mencega penyebaran Covid-19 secara niskala.
 
Sebelumnya Banjar Muduk, Desa Kaliakah sempat menjadi cluster transmisi local dari salah saroang pasien positif Covid-19 di Denpasar yang sempat pulang kampung akhir Mei lalu. Setelah dilakukan treking kontak sejumlah warga di banjar yang berbatasan dengan Desa Berangbang, Kecamatan Negara ini positif Covid-19. ntuk mencegah makin meluasnya penyebaran virus dari klaster pulang kampung  asal Denpasar tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana memilih opsi pemberlakuan karantina banjar.
 
Pemberlakukan karantina wilayah tersebut setelah perangkat desa, adat maupun tokoh setempat menyepakati dilaksanakan karantina banjar. Selama 14 hari warga berdiam diri di rumah dan dilarang keluar maupun masuk banjar. Bagi warga yang hasil rapid tesnya reaktif juga telah dilaksankan swab untuk dapat dipisahkan (isolasi) dan diberikan tindakan lanjutan. Dari belasan warga yang reaktif, ditemukan enam warga yang hasil swabnya dinyatakan positif Covid-19 dan dilakukan perawatan di ruang isolasi RSU Negara hingga semuanya sembuh.
 
Kendati terjadi penyebaran hingga ke luar wilayah dan ditemukan seorang warga positif Covid-19  di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, namun setelah dua pecan pelaksanaaan karantina wilayah di banjar yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 990 jiwa tersebut, tidak terjadi penambahan kasus positif di banjar tersebut. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kabupaten Jembrana akhirnya resmi mencabut pemberlakukan karantina wilayah di Banjar Munduk pada Kamis (16/7) malam. Hingga kini tidak ditemukan kasus baru di banjar ini.
 
Desa Adat Dharma Kerti Kaliakah Kangin juga melaksanakan upaya pencegahan secara spiritual. Salah satu upaya sekala yang dilaksanakan pasca karantina banjar oleh krama adat setempat yakni menggelar upacara pecaruan Pemarisudha Jagat Kali Senggara, Minggu (2/8). Prosesi pecaruan yang dipuput oleh para Sulinggih tersebut dipusatkan di Catus Pata desa setempat. Bendesa Adat Darma Kerthi Kaliakah Kangin I Putu Suarka mengaku pelaksanaan upacara pecaruan ini berawal dari petunjuk para sulinggih dan para tokoh desa setempat.
 
Ia menyatakan pelaksanaan upacara pecaruan tersebut sesuai dengan sastra-satra Hindu.
 
Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang menghadiri pelaksanaan pecaruan yang diikuti krama desa setempat, meminta warga setempat tetap disipilin dalam menjalankan protokol kesehatan walaupun tidak ada lagi warga di banjar yang dinyatakan positif Covid-19. Selain berhasil dalam upaya sekala yakni dengan mematuhi protokol kesehatan seperti saat pemberlakuan karantina wilayah, Wabup Kembang Hartawan juga mengapresiasi langkah penanganan Covid-19  secara niskala yang dilakukan masyarakat Banjar Munduk. “Melalui upacara yadnya ini berupa pecaruan Pemarisudha Jagat Kali Senggara kita sama-sama berharap krama Desa Kaliakah terhindar dari segala malapetaka maupun wabah," tandasnya.