Serap Kebutuhan Karyawan dan Komunitas Bandara | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 05 Desember 2021
Diposting : 18 August 2016 14:00
Arief Wibisono - Bali Tribune
bandara
Farid Indra Nugraha (kanan) dan Bambang R Setiawan

Tuban, Bali Tribune

Direktur Operasional dan Marketing Angkasa Pura (AP) Hotel, Farid Indra Nugraha, Rabu (17/8) di sela peresmian Kantin Bumbu yang letaknya di lantai dua kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai mengatakan, kantin yang dikelola pihaknya ini tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para karyawan yang bekerja dilingkungan AP I Bandara Ngurah Rai.

“Jadi Kantin Bumbu ini dipersiapkan oleh cabang untuk melayani semua kebutuhan para karyawan komunitas di bandara,” katanya. Jadi para tenant dan semua komunitas yang ada di lingkungan Bandara Ngurah Rai seperti para karyawan tenan dan airline bisa memanfaatkan kantin ini.

Ia juga mempertegas, jika segmentasi dari kantin ini hanyalah untuk karyawan atau komuniti dari tenan yang bekerja di lingkungan Bandara Ngurah Rai. “Kantin ini cuma untuk karyawan, bukan untuk tamunya karyawan ataupun orang luar yang tidak terdaftar sebagai karyawan di bandara,” tukasnya.
Ia juga meyakinkan, dengan kehadiran kantin ini tidak akan menjadi pesaing tenan yang ada di bandara, tapi justru menyerap kebutuhan akan para karyawan. “Kalau dari sisi segmentasi jelas kita bedakan, dan kamipun tidak mengambil keuntungan yang besar, kami hanya menyerap apa yang jadi kebutuhan karyawan,” jelasnya lagi.
Kebetulan Kantin Bumbu ini, katanya, dikelola oleh Angkasa Pura Hotel yang merupakan anak perusahaan AP I yang memang telah melakukan beberapa kegiatan di sini. “Kami kedepankan pelayanan sehingga karyawan juga merasa seperti di rumah sendiri,” ujarnya.
Farid juga menjelaskan mekanisme untuk bisa menikmati layanan di Kantin Bambu, para karyawan mesti mendaftar dahulu sesuai dengan database yang dimilikinya. Tidak serta merta semua boleh menikmati layanan di kantin bambu, harus registrasi kemudian diberikan kartu Top Up sebesar Rp. 50 ribu, tapi yang bisa digunakan hanya Rp. 40 ribu saja, sedangkan yang Rp. 10 ribu untuk biaya kartu.

Setelahnya si karyawan bisa menggunakan kembali kartu tersebut bila kosong dengan Top Up kembali minimal Rp10 ribu jika memang dibutuhkan.

Ia juga kembali mengingatkan yang bisa menikmati layanan ini hanya mereka yang memiliki “Pass Bandara” yang diterbitkan oleh Otorita Bandara. Sedangkan harga yang ditawarkan juga disesuaikan dengan kocek karyawan.
Hal senada juga disampaikan oleh Bambang R. Setiawan, yang menjabat sebagai Regional Office Manager AP Hotels. Ia menjelaskan layanan yang diberikan memang telah diperhitungkan agar terjangkau oleh para karyawan dan komuniti, tidak hanya sebatas harga, variasi dari makanan juga disediakan. “Kita tidak ingin memberatkan karyawan, karena itu semuanya kita sesuaikan dengan kocek mereka,” ucap Bambang.