Diposting : 1 April 2020 20:50
Husaen SS. - Bali Tribune
Bali Tribune /Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, turun langsung memantau para pekerja yang tengah mempercepat penuntasan pengerjaan bangunan gedung untuk karantina ODP tersebut, (1/4)

balitribune.co.id | Amlapura - Mengantisipasi wabah Covid-19, Pemkab Karangasem terus berupaya menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut. Yang saat iini sedang dikebut yakni penyiapan tempat karantina bagi Orang Dalam Pengawasan (ODP) Covid-19 dengan memanfaatkan bangunan geedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Jalan A Yani, Jasri, Karangasem.

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, Rabu (1/4) kemarin, turun langsung memantau para pekerja yang tengah mempercepat penuntasan pengerjaan bangunan gedung untuk karantina ODP tersebut. “Secepatnya kita upayakan gedung ini selesai dan segala kelengkapannya bisa disiapkan. Gedung ini khusus untuk tempat karantina ODP,  dan kami Pemerintah Karangasem tidak akan main-main dengan resiko penyebaran wabah Covid-19. Keselamatan masyarakat kami adalah yang utama,” ujarnya.

Ruang karantina ODP tersebut sejatinya akan dipergunakan untuk mengantisipasi kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Karangasem yang akan kembali dari Italia dan sejumlah negara lainnya tempat mereka bekerja. “Jadi ini sangat penting, begitu PMI asal Karangasem pulang dari luar negeri, mereka akan langsung di Karantina disini,” tandasnya. Namun demikian sejauh ini Satgas Covid-19 Karangasem belum merilis data resmi berapa sebenarnya jumlah PMI asal Karangasem  dan berapa jumlah PMI yang dijadwalkan akan pulang ke Indonesia dan Karangasem.

Lebih lanjut Mas Sumatri menyebutkan, untuk saat ini jumlah tempat tidur yang sedang disiapkan yakni 58 tempat tidur dengan jumlah ruangan sebanyak 12 ruangan. Nantinya begitu ODP masuk untuk menjalani karantina, ODP tidak diizinkan keluar dari lingkungan tempat karantina, hingga rapid test dilakukan dan hasilnya benar-benar dinyatakan negatif. “Kita akan memasang portal di depan dan akan dijaga oleh aparat keamanan. Nantinya akan ada perawat dan dokter yang stand by memantau kesehatan ODP di tempat karantina ini,” kata Mas Sumatri.

Sementara soal Pembatasan Soosial Bersekala Besar (PSBB) utamanya terkait ketersediaan pangan dan jaring pengaman sosial,  Mas Sumatri belum bisa menyampaikannya secara rinci. “Kita akan menyusun Perkada, karena ini harus diperhitungkan dengan matang,” ucapnya. Sementara terkait PSBB ini pihakya belum memikirkan terkait rencana penutupan wilayah, karena itu menjadi kewenangan pusat. Yang jelas saat ini pihaknya tengah fokus bagaimana mengantisipasi penyebaran wabah ini, termasuk penanganan ODP dengan mengkarantina maupun langkah kuratif terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP)