Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Sikapi Fenomena Turis Ngekos

IGAK Suryanegara

BALI TRIBUNE - FENOMENA turis ngekos mulai marak di Kabupaten Badung. Dari serangkaian sidak yang dilakukan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Badung wisatawan yang tinggal di rumah kos atau rumah kontrakan paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Kuta Utara dan Kuta Selatan.  Parahnya lagi, turis backpacker ini kos secara bergerombol atau lebih dari lima orang dalam satu kamar. Kondisi ini sontak merugikan Pemkab Badung. Pasalnya, sebagian besar turis ngekos ini tidak kena pajak. “Iya, fenomena turis yang tinggal di rumah kos itu cukup banyak sekarang. Dari beberapa kali sidak, kita temukan mereka tinggal di kamar kos lebih dari lima orang sekamar,” ungkap Kepala Satpol PP Badung IGAK Sudaratmaja, Senin (8/10). Uang kosnya pun cukup murah. Yakni berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp1 juta per kemar. Sebagian besar wisatawan ini berprofesi sebagai surfer.  “Ini (turis ngekos, red) banyak kita temukan saat sidak-sidak kependudukan di Kuta Utara dan Kuta Selatan. Mereka beralasan tinggak di rumah kontrakan biar gampang nyimpen barang,” katanya. Atas temuan ini, Suryanegara mengaku tidak bisa berbuat banyak selain melakukan pendataan. Pasalnya, kewenangan warga negara asing adalah ranah pihak Imigrasi. “Kami hanya bisa mendata, selanjutnya kami koordinasikan ke pihak Imigrasi,” tegas pejabat asal Denpasar ini. 

wartawan
I Made Darna
Category

Ornamen Nuansa Khas Ramadan dan Nyepi Sambut Wisatawan Mendarat di Bali

balitribune.co.id I Kuta - Thematic Event berupa pawai Ogoh-Ogoh dan parade Idul Fitri menyambut para penumpang atau wisatawan yang mendarat di Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Hal itu dihadirkan pengelola bandara untuk semakin memperkuat suasana Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Nyepi, Idul Fitri, dan Moderasi Beragama

balitribune.co.id | Gubernur Bali, Wayan Koster (Pak Koster), mengonfirmasi bahwa kesepakatan tokoh lintas agama terkait pengaturan kegiatan keagamaan pada momen perayaan hari besar dua agama, yakni Hindu dan Islam, yang pada tahun 2026 ini akan dirayakan hampir secara bersamaan, Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 jatuh pada tanggal 19 Maret 2026 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada tanggal antara 20 atau 21 Maret 2026, bisa dijalankan dengan memperh

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.