Singaraja Dikepung Banjir | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 29 September 2021
Diposting : 8 April 2021 22:01
Khairil Anwar - Bali Tribune
Bali Tribune / ist -Banjir di Jalan Flamboyan, Banjar Jawa, Buleleng

balitribune.co.id | Singaraja – Peringatan dini BMKG akan cuaca buruk melanda wilayah Bali Utara beberapa hari belakangan mulai terbukti. Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sebagian besar wilayah Buleleng sejak sore sekitar pukual 17.00 Wita, Kamis (8/4). Di beberapa tempat terutama di kawasan kota Singaraja, hujan lebat selama hampir dua jam itu mengakibatkan air meluap hingga masuk ke rumah penduduk. Bahkan,di Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Warga setempat sempat panik hingga mengungsikan warga yang berusia lanjut ketempat yang lebih aman.

"Para manula sementara kami ungsikan ketempat yang lebih aman. Mengingat air sudah masuk ke rumah-rumah warga" ujar warga Kampung Anyar Ketut Suartika.

Begitu juga di kawasan Kelurahan Banjar Jawa, sejumlah warga di sepanjang jalan Flamboyan maupun jalan Pramuka terlihat sibuk mengamankan peralatan rumah tangga setelah luapan air masuk  kedalam rumah.

Kawasan jalan Gajah Mada, jalan Kartini hingga ruas jalan Ahmad Yani hingga traffict light perempatan Panji, Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga tak luput dari banjir. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat menuntun kendaraannya setelah mogok akibat terendam.

Namun belum ada laporan adanya korban setelah hujan lebat mengguyur dan merendam nyaris seluruh Kota Singaraja.

Sementara itu, kawasan Kecamatan Gerokgak yang menjadi langganan banjir setiap kali musim penghujan justru tak ada laporan adanya banjir maupun luberan air dijalan maupun diperumahan. Kondisi yang sama di wilayah Kecamatan Seririt juga dilaporkan tidak ada kondisi signifikan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut.

Camat Gerokgak, Made Juartawan dan Camat Seririt, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda, saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan situasi akibat hujan lebat pada sore hari itu.

"Astungkara hingga malam, kami belum menerima laporan adanya banjir maupun luapan air dari masing-masing pemangku di desa," kata Agus Tri Kartika Yuda.

Sedangkan Camat Buleleng, Nyoman Riang Pustaka menyebut, air dibeberapa tempat sudah mulai surut. Hanya saja hingga malam sekitar pukul 21.00 wita, air cukup tinggi masih menggenangi area jalan Pulau Obi dan kawasan Secata A di jalan Surapati Singaraja.

"Air sudah mulai surut dan sebelumnya sempat meluap hingga ke pemukiman penduduk. Untuk semantara warga yang rumahnya sempat terendam mengungsi ke rumah saudara dan kerabatnya," kata Riang Pustaka.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, membenarkan banjir terjadi di beberapa titik diwilayah Buleleng. Setidaknya, ada 5 laporan titik wilayah yang terendam banjir. Yakni di jalan Kartini, jalan Ahamad Yani, di jalan Flamboyan, hingga disekitaran SDN 5 Bungkulan.

"Belum ada laporan yang masuk terkait warga mengungsi termasuk kerugian materiil. Untuk informasi sementara, yang paling parah banjir yang ada di jalan Flamboyan, selain di wilayah Kampung Anyar. Sebab tinggi genangan air mencapai 1 meter atau sepinggang orang dewasa," kata Ariadi Pribadi.

Kata Ariadi Pribadi lebih lanjut, jhujan deras yang disertai petir ini terjadi akibat Siklon Tropis Seroja. Selain hujan deras dan petir, Siklon Tropis Seroja juga membawa dampak angin kencang serta gelombang tinggi di laut. 

"Kami tetap stand by untuk terus memantau situasi di lapangan," ujarnya.

Petugas dari BPBD Buleleng selain dalam posisi siaga beberapa peraonil sudah turun untuk melakukan assessment. "Kami himbau agar seluruh masyarakat Buleleng tetap waspada terutama yang tinggal di daerah rawan bencana," tandasnya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler