Songsong Hari Raya, Petani Cabai Sukawati Penuh Harap | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 11 Juli 2020
Diposting : 22 January 2020 00:51
Nyoman Astana - Bali Tribune
Bali Tribune/ CABAI - Petani cabai di Sukawati sedang memanen buah cabai di ladangnya.

balitribune.co.id | Gianyar Di tengah harga cabai semakin “pedas” lantaran harganya yang terus merangkak naik dalam sepekan, petani di Sukawati Gianyar kali ini tidak lagi jadi penonton. Mengingat, kondisi kebun cabai setempat sedang dalam kondisi produktif. Namun demikian, petani setempat tidak mematok harga muluk-muluk. Meski di luar Gianyar harga cabai kini sudah mencapai Rp 80 ribu hingga Rp 100 Ribu, di Gianyar  hanya berkisar Rp 50 Ribu.
 
Mangku Suamir (56), seorang petani cabai, asal Banjar Gelumpang Sukwati,  mengungkapkn, kali ini ptenia di wilayahnya tidak akan menjadi penonton lgi sebgib kenikan harga cabai setahun lalu. Dimana saat itu ketika cabai mencapai harga seratus ribu lebih, petani setempat sedang berduka lantaran kebunnya mengalami serangan hama. Disebutkan, kini harga cabai  kembali sedikit naik diatas harga dan kondisi tanamannya sedang produktif. "Sudah tiga kali panen terakhir, kami tidak mengalami kendala, syukurnya lagi harganya masih di atas biasanya," jelas Suamir, Selasa (21/1). 
 
Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, Suamir meyakini tidak akan mengalami kendala. Sebab, para petani setempat sudah mengikuti penyuluhan pasca serangan hama setahun lalu. Nyoman Ardika (55) di Subak Landep, Sukawati, juga merasakan kebahagiaan yang sama. Ia juga bersyukur lantaran kemarau panjang, membuat pohon cabainya sehat. Pohon cabai akan membusuk kalau terlalu banyak kena air. "Kalaupun ada hujan, tidak terjdi terus menerus, jadi saat musim seperti ini pohon cabai kami sangt produktif dn jrng terserang hama pembusukan akar,” terang Ardika. 
 
Meksi komoditi cabai, kini sedanag primadona, Ardika, selain cabai, lahanya juga tetap ditumpang sari dengan tanaman tembakau, dan padi secara bergiliran. "Kondisi ini dilakukan karena setiap musim beda-beda dan tidak bisa mengandalkan cabai saja, ada tembakau ada juga padi, nanemnya bergiliran" jelasnya.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary mengatakan, sampai saat ini harga cabai di sejumlah pasar di Gianyar masih aman berkisaran diangka Rp 50 ribu. Sementara pasokan cabai dari daerah Kintamani dan petani-petani di Gianyar masin cukup untuk pasar di Gianyar. Ditegaskan, sampai saat ini  pasokan cabai di Gianyar masih aman, sehingga harga pun juga demikian. Terkait naik turunnya harga cabai, disebutkan karena faktor cuaca. Demikian juga bumbu lainnya seperti bawang diakuinya jika kabupaten Gianyar masih memerlukan pasokan dari daerah lain.