Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Subak di Gianyar Masih Terkendala Alsintan

Bali Tribune/ ALSINTAN - Produksi pertanian di Gianyar masih terkendalan alsinta.


balitribune.co.id | Gianyar  - Di tengah peningkatan produksi pangan, petani di Gianyar masih terkendala alat mesin pertanian (alsintan) yang terbatas. Padahal peran teknologi di sektor pertanian ini sangat vital untuk menciptakan system pertanian yang lebih baik dan efisien. 
 
Kenyataan di Gianyar masih banyak subak belum didukung oleh pemenuhan Alsintan ini. Demkian pula banyak Alsinta yang tidak berfungsi maksimal lantaran keterbatasan SDM. Dari data yang diterima di Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, hingga saat ini, dari 500 subak yang ada di Gianyar, sekitar 30% subak belum memenuhi keberadaan alsintan yang memadai. “Kami terus menggenjot pemenuhan alat mesin pertanian (alsintan) pada seluruh subak basah dan kering, ungkap Kabid Sarana dan Sarana Pertanian, Distasnak Gianyar Nyoman Tri Budi Hartanto, Kamis (20/5/2021).
 
Disebutkan, Tahun 2021 lalu, Kementerian Pertanian menggelontor bantuan alsintan ke Gianyar. Namun bantuan tersebut masih kurang, mengingat banyaknya permintaan dan aspirasi dari petani. Bantuan di Tahun 2020 meliputi traktor roda 2 sebanyak 16 unit, kultivator 9 unit, pompa air 4 unit dan hand sprayer 15 unit. "Tahun 2021 ini bantuan dari Kementan belum turun, berapa dialokasikan ke Gianyar kita belum tahu," jelas Budi Hartanto.
 
Dijelaskan lagi, dengan kurangnya traktor pada petani akan mempengaruhi pengolahan lahan dan menyebabkan lambatnya masa tanam. Pengaruhnya ke musim tanam tidak serentak, yang nantinya juga berpengaruh ke masa tanam berikutnya. Dikatakannya, sebagian besar petani juga sudah mengusahakan alsintan secara mandiri, namun sebagiannya juga belum mampu, sehingga mengandalkan alsintan milik bersama di subak. Itupun masih terkendala SDM.
 
Lanjutnya, untuk Kecamatan Payangan, dengan luas tanam 1.800 hektar dengan masa tanam bulan Juli dan Desember, membutuhkan alsintan yang memadai. Seperti halnya, mesin hand sprayer (semprot), penyemprotan hama harus serentak, kalau tidak hama akan datang bolak balik sehingga menyebabkan kerugian bagi petani. “Syukurnya, di Tahun 2021 ini belum ada petani yang gagal panen,” tambahnya.
 
Sedangkan untuk pemenuhan alsintan, Dinas Pertanian Gianyar terus mengajukan permohonan ke pusat, sesuai dengan aspirasi pada tiap subak. Karena yang paling dibutuhkan saat ini adalah  traktor, kalau hand sprayer rata-rata petani sudah memiliki sendiri. Sedangkan mesin pompa, dibutuhkan untuk menaikkan air irigasi pada subak-subak yang debit air subaknya mengecil. "Mesin pompa dibutuhkan saat pengolahan tanah dan persiapan masa tanan. Ada subak yang air irigasinya mengecil sehingga dibutuhkan mesim pompa untuk mengangkat air," tegasnya. 
wartawan
Nyoman Astana
Category

Sapa Konsumen di Berbagai Kota, Hyundai Perkenalkan New CRETA Alpha dengan Desain Lebih Berani

balitribune.co.id | Jakarta - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) telah resmi meluncurkan New CRETA Alpha edisi terbaru dalam jajaran Hyundai CRETA yang membawa ekspresi lebih tegas, eksklusif, dan premium ke segmen SUV kompak. Dikembangkan dan diproduksi di Indonesia, New CRETA Alpha memperkuat kehadiran Hyundai di segmen SUV-B dengan kombinasi seimbang antara desain berani, teknologi canggih, dan kenyamanan sehari-hari.

Baca Selengkapnya icon click

Pukul Warga Inggris di Restoran Bandara Ngurah Rai, WNA Australia Ditahan Polisi

balitribune.co.id | Denpasar - Kasus tindak pidana penganiayaan terjadi di sebuah restoran di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Minggu (18/1/2026) pukul 23.30 Wita. Akibat kejadian itu, seorang Warga Negara Asing (WNA) ditahan di sel tahanan Mapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Rekayasa Lalu Lintas Kerobokan Kelod Pangkas Waktu Tempuh 78%, Kecepatan Melonjak 5 Kali Lipat

balitribune.co.id | Mangupura - Rekayasa lalu lintas di wilayah Kerobokan Kelod menunjukan hasil yang signifikan, berdasarkan hasil pemodelan jaringan lalu lintas menggunakan PTV VISUM oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Badung untuk skenario penerapan rekayasa lalu lintas satu arah, diperoleh kinerja jaringan sebagai berikut, waktu tempuh rata-rata sebelum rekayasa lalu lintas sekitar 19,8 menit, sedangkan setelah rekayasa lalu

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.