Diposting : 4 April 2019 17:51
Ray - Bali Tribune
Bali Tribune/Sudikerta saat berada di ruang Ditreskrimsus Polda Bali.

Balitribune.co.id | Denpasar - Polda Bali akhirnya memberikan pernyataan terkait penangkapan terhadap Sudikerta. Melalui Kabid Humas, Kombes Pol Hengky Widjaja SIK membenarkan bahwa penangkapan terhadap mantan Wakil Gubernur Bali itu di Gate 3 Bandara Ngurah Rai, Kamis (4/4) pukul 14.19 Wita.

Sayangnya, Hengky enggan menjelaskan alasan penangkapan itu, apakah Sudikerta berusaha melarikan diri atau karena mangkir dari pemanggilan penyidik. Sebab, hari ini juga jadwal pemanggilan terhadap Sudikerta, namun mantan Ketua DPD Golkar Bali itu tidak memberi kabar kepada penyidik.

"Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Bali," ungkap Hengky.

Sudikerta menyandang status tersangka sejak November 2018 lalu dalam kasus tanah Pelaba Pura Jurit Uluwatu yang dilaporkan oleh pihak Maspion Group. Selain Sudikerta, penyidik juga telah menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus ini. Mereka adalah I Wayan Wakil  (51), Anak Agung Ngurah Agung (68) dan Ida Bagus Herry Trisna Yuda (49) yang merupakan adik iparnya Sudikerta. Bahkan,  Herry Trisna telah diperiksa penyidik sebagai tersangka pada Selasa  (2/4) lalu.

Sudikerta diduga melakukan tindak pidana Penipuan atau Penggelapan dan/atau menggunakan surat/dokumen yang diduga palsu seolah-olah asli dan/atau pencucian uang, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dan/atau pasal 263 ayat (2) KUHP dan/atau pasal 3 UU nomor 8 th 2010 ttg Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda paling banyak 10 milyar rupiah," terang Kabid Humas.