Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Teco Perkuat Lini Pertahanan Serdadu Tridatu

Bali Tribune/ Irfan Bachdim masih diharapkan ketajamannya membobol gawang lawan.
balitribune.co.id | Denpasar - Mengarungi Liga 1 musim 2019-2020, Pelatih Kepala Bali United Stefano “Teco” Cugurra agaknya bakal memperkuat lini pertahanan tanpa mengesampingkan ketajaman barisan depan.
 
Bukti Teco memperkuat lini pertahanannya, dapat dilihat dari cukup banyaknya pemain belakang yang dimiliki. Ada William Pacheco, Gunawan Dwi Cahyo, Leonard Tupamahu, I Komang Adi Parwa, Dallen Doke, dan Haudi Abdillah. Juga Agus Nova Wiantara yang saat ini masih terus berjuang melawan cedera lutut.
 
Dari Piala Indonesia 2018 hingga Piala Presiden 2019, pemain yang bermain regular di jantung pertahanan Serdadu tridatu hanyalah Pacheco, GDC, dan Leo. Haudi Abdillah sedikit ditepikan oleh Pelatih Teco.
 
Apakah kepindahan Haudi ke Bali United dari PSIS Semarang adalah keputusan yang sangat tepat? Jika melihat dari data statistik penampilan Haudi musim lalu, performanya cukup menjanjikan. Apalagi dia masih berusia 25 tahun. Musim lalu, dia sudah bermain sebanyak 27 kali dengan menit bermain sebanyak 2.376.
 
Intersepnya juga cukup banyak yakni 90 kali dengan sapuan sebanyak 155 kali. Haudi juga berhasil memenangi duel udara sebanyak 64 kali dengan presentase tekel sukses sebesar 65 persen. Dia juga memiliki akurasi umpan di atas rata-rata yakni sebanyak 703 kali dengan persentase sebesar 82 persen. Yang perlu diingat, dia juga menjadi kapten PSIS Semarang bersama dengan Hari Nur Yulianto.
 
Tinggal menghitung hari, Bali United akan bersua Persija Jakarta di babak delapan besar Piala Indonesia 2018. Di sinilah Haudi harus bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya. Namun pertanyaannya, apakah mantan pemain PSCS Cilacap ini bisa mendapatkan kepercayaan dari Teco?
 
“Kalau masalah itu, saya serahkan kepada pelatih saja. Saya sebagai pemain harus sangat siap kapan pun saya dimainkan. Intinya, semua tergantung pelatih,” ucapnya saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
 
Sebagai pemain profesional, Haudi mengaku sama sekali tidak merasa kecil hati. Justru sebaliknya, dia mencoba untuk terus berjuang agar mendapatkan tempat di skuat utama.
 
“Kalau secara spesifik, tidak ada. Yang pasti ada rasa ingin tampil. Yang penting saya harus fight juga di tengah persaingan dalam tim,” ucapnya.
 
Dia juga merasa optimis Bali Unite mampu meraih gelar juara Piala Indonesia 2018 untuk pertama kalinya.
 
“Kalau kami juara, kami bisa mewakili Indonesia di AFC Cup. Intinya, kami ingin meraih target yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Saya juga melihat ke dalam  tim yang bagus dan ada rasa optimis untuk juara,” tutupnya.
wartawan
Djoko Purnomo
Category

Bunda Rai Hadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Aksi Berbelanja dan Berbagi untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Bangli - Komitmen TP PKK Kabupaten Tabanan dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang digagas TP PKK Provinsi Bali kembali ditunjukkan melalui kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny.

Baca Selengkapnya icon click

Video Syur Guru PPPK Viral, Polisi Buru Mantan Suami

balitribune.co.id I Negara - Sebuah unggahan di media sosial yang menampilkan rekaman video pribadi seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Jembrana mendadak viral dan menjadi perbincangan publik. Dalam hitungan jam, video berdurasi sekitar empat menit lebih itu menyebar luas, memicu beragam reaksi dari warganet.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bupati Badung Hadiri Tiga Pujawali di Darmasaba, Tegaskan Penguatan Infrastruktur dan Keamanan Berbasis Desa Adat

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian tiga kegiatan Pujawali di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Selasa (7/7/2026). Kehadiran ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam melestarikan adat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.

Baca Selengkapnya icon click

Pekerjakan LC Dibawah Umur, Pemilik Kafe Terancam 15 Tahun Penjara

balitribune.co.id I Negara - Di balik gemerlap lampu dan hingar-bingar musik tempat hiburan malam, tersimpan kisah yang seharusnya tidak dialami seorang remaja berusia 16 tahun. Jauh dari kampung halamannya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, gadis berinisial TW justru berakhir menjadi Lady Companion (LC) atau pemandu lagu di sebuah kafe di Kabupaten Jembrana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.