Terapkan Tatanan Kehidupan Era Baru, Rumah Sakit Sediakan Transaksi Digital Berbasis QRIS | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 18 September 2020
Diposting : 26 July 2020 17:21
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / Gubernur Bali, Wayan Koster (tengah) saat meresmikan penggunaan transaksi QRIS di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), Sanur, Denpasar, Jumat (24/7)

balitribune.co.id | Denpasar - Dimasa adaptasi kebiasaan baru penggunaan transaksi digital menjadi salah satu cara untuk menghindari penyebaran virus Corona (Covid-19). Pemerintah Provinsi Bali melalui protokol Tatanan Kehidupan Era Baru semakin gencar menyediakan fasilitas penggunaan transaksi digital berbasis QRIS. 

Saat meresmikan penggunaan transaksi QRIS di Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM), Sanur, Denpasar, Jumat (24/7) Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan hal ini adalah bagian dari bertransaksi secara digital yang selaras dengan Tatanan Kehidupan Era Baru sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

"Saya berharap program QRIS ini cepat berjalan di Provinsi Bali menembus instansi-instansi yang memang membutuhkan transaksi cepat yang bukan saja cepat, namun menurut saya aman dan modern. Satu tata kehidupan yang baru kita jalankan sekarang sebagai satu gaya hidup disiplin kita di Bali,” ujarnya.

Kata dia, saat ini bukan lagi menuju Bali Era Baru tetapi sesungguhnya sudah masuki Bali Era Baru. Karena pandemi Covid-19, semua pihak dituntut belajar akan berbagai hal baru termasuk beradaptasi pula terhadap kebiasaan baru dalam bertransaksi.  

"Memang betul-betul kita diberikan pengetahuan di dalam menjalankan kehidupan dengan satu tatanan yang baru, satu gaya baru, satu model baru. Hari ini kita dapat pelajaran baru lagi, dimana bertransaksi secara digital, dana aman,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Presiden Joko Widodo sudah memberikan arahan pada tanggal 15 Juli yang lalu agar pada triwulan ketiga ini, harus dilakukan operasi yang lebih progresif dalam menghidupkan perekonomian di seluruh Indonesia melalui pemerintah daerah. Baik provinsi maupun kabupaten/kota agar mulai ada dinamika kehidupan masyarakat di bidang ekonomi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya menyampaikan bahwa Rumah Sakit Bali Mandara saat ini menjalankan pembayaran secara tunai dan nontunai diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS). Menurutnya, empat rumah sakit Pemprov Bali telah melaksanakan SIM RS dengan seluruh layanannya terintegrasi antara satu dengan lainnya. Mulai dari pendaftaran di poliklinik, radiologi, laboratorium, kamar operasi dan seterusnya. Sehingga pembayaran atau transaksi dapat dilihat secara real time.

“Tentu dengan QRIS akan semakin memudahkan pembayaran di rumah sakit. Dengan pembayaran nontunai ini akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi rumah sakit karena akan mengurangi less contact antara petugas dan pengguna. Tentu sistem pembayaran akan lebih mudah dan lebih aman karena dengan dengan protokol kesehatan saat ini tentu kita akan mengurangi kontak dengan pasien, dengan petugas,” terangnya.