Terkulai Lemah di Rumah Tak Layak Huni, Wayan Kari Subali Bawa Pasien Miskin ke UGD | Bali Tribune
Bali Tribune, Sabtu 26 September 2020
Diposting : 8 August 2019 23:46
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/MEMBOPONG - Kari Subali dibantu warga membopong Ni Wayan Sareng (57) seorang wanita tua asal Banjar Bau Kangin, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem.
balitribune.co.id | Amlapura - Tak punya cukup uang untuk berobat, Ni Wayan Sareng (57) seorang wanita tua asal Banjar Bau Kangin, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, mhanya bisa terkulai lemas di rumah tak layak huni milik majikan pemilik lahan yang digarapnya. Sakit Liver akut yang dideritanya selama bertahun-tahun diduga telah memicu terjadinya penyakit komplikasi yang lantas membuat tubuh petani tua tersebut semakin lemah.
 
Perutnya terus membesar sementara sekujur tubuhnya berwarna kekuningan. Kondisi Ni Wayan Sareng ini mengundang keprihatinan dari banyak kalangan termasuk tokoh masyarakat I Wayan Kari Subali. Anggota DPRD Provinsi Bali yang juga Pembina Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) bersama Penasihat Hukum JPKP, I Nyoman Pasek, SH, ini langsung menyambangi rumah diimana Ni Wayan Sareng terkulai sakit.
 
Melihat kondisi kesehatan Ni Wayan Sareng yang sudah sangat mengkhawatirkan dan tanpa penanganan medis itu, tanpa banyak komentar Wayan Kari Subali dibantu suami dari Ni Wayan Sareng, dan sejumlah tetangga yang bersangkutan, langsung membopong yang bersangkutan untuk dibawa ke RSUD Karangasem.
 
“Tadi kita datangi kerumahnya, kasian kondisinya sudah semakin mengkhawatirkan. Nah daripada nantinya kondisinya semakin memburuk, makanya ibuk itu (Ni Wayan Sareng,red) langsung kita larikan ke rumah sakit,” ungkap Wayan Kari Subali yang akrab disapa Baba ini, Rabu (7/8) kemarin.
 
Tiba di UGD RSUD Karangasem, pasien bersangkutan langsung mendapatkan penanganan tim medis dari RSUD Karangasem. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter, kalau seandainya harus dirujuk ke RSUP Sanglah, kita akan dampingi sampai benar-benar ibuk ini mendapatkan penanganan dan perawatan di RSUP Sanglah,” lontarnya. “Kami akan siap menampingi! Jangankan ke dirujuk ke RSUP Sanglah, dirujuk ke Jakarta pun kita akan dampingi. Asalkan sesuai dengan prosedur,” ujarnya lagi.
 
Untuk perawatan memang pasien Ni Wayan Sareng menggunakan JKN KIS, nah untuk itu pihaknya berharap pihak BPJS Kesehatan benar-benar memperhatikan agar kartu JKN-KIS itu bisa dipergunakan sesuai dengan peruntukannya, seperti seluruh obat dan biaya perawatan ditanggung oleh pemerintah.
 
Sebelumnya dengan segala upaya yang dimilikinya, pihaknya juga telah membantu mengeluarkan I Wayan Sengot, korban penganiayaan di Kecamatan Kubu, Karangasem, dari rumah sakit tempat pasien bersangkutan dirawat setelah Kari Subali membayar biaya perawatan sejumlah Rp. 270 Juta. “Apa lagi yang kita cari, selama kita masih bisa membantu orang lain kenapa kita tidak bantu? Kasihan masyarakat miskin jika dibiarkan seperti itu tanpa penanganan,” tuntasnya.(u)