balitribune.co.id | Gianyar - Dalam kondisi hujan, melintas di jalur rawan longsor, sebuah mobil minibus nekat menerobos, Rabu (14/1) dinihari. Naas, di tengah perjalanan di Jalan Penghubung Desa Jasan dan Desa Pupuan, Tegallalang itu terjadi longsor dan menggerus rumpun bambu. Tak sempat menghindar, mobil berikut sopir dan seorang penumpang yang merupakan pasangan suami istri tertimbun rumpun bambu.
Dari penuturan pemilik.mobil, I Wayan Rida (52) asal Banjar Tegal Payang, Desa Pupuan Kecamatan Tegalalang, saat kejadian, mobil tersebut sedang dikemudikan istrinya. Kejadian sangat cepat hingga akhirnya mereka terjebak dalam mobil tertimbun rumpun bambu. Dirinya sempat panik dan justru istrinya terus menenangkan, hingga akhirnya pertolongan pun datang.
"Saat kami melintas di jalan memang minim penerangan, kami mendadak mendengar suara ranting patah sebelum akhirnya rumpun bambu roboh dan menimpa kendaraan kami," ungkapnya.
Akibat kejadian itu, sopir dan penumpang tidak dapat keluar dari mobil karena pintu kendaraan terjepit bambu. Keduanya sempat terjebak cukup lama di dalam mobil sambil menunggu bantuan datang.
Menerima laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar yang dibantu personel TNI dan Polri segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta pembersihan bambu yang menutup jalan. Setelah proses evakuasi, pengemudi dan penumpang berhasil dikeluarkan dalam kondisi selamat.
I Wayan Rida mengungkapkan, dirinya sempat panik karena pintu mobil hanya bisa terbuka sekitar 10 sentimeter.
“Saya sempat tertahan di dalam mobil dan berusaha membuka pintu, tapi tidak bisa. Istri saya terus menenangkan dan kami mencoba bersabar sampai bantuan datang,” ujarnya.
Syukurnya, BPBD Kabupaten Gianyar bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) multisektor segera melakukan penanganan di lokasi kejadian mulai pukul 21.30 WITA hingga 01.30 WITA atau selama kurang lebih empat jam. Penanganan melibatkan unsur BPBD Gianyar, Bimas dan Babinsa Desa Sebatu, serta PUPR Kabupaten Gianyar.
“Hingga penanganan tahap awal selesai, progres pembersihan material longsor telah mencapai sekitar 60 persen. Akses jalan sudah dapat dilalui dan kendaraan yang terdampak berhasil dievakuasi. Sementara itu, proses lanjutan akan dilaksanakan oleh PUPR Kabupaten Gianyar untuk memastikan kondisi jalan aman dan normal sepenuhnya,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta.
Dalam kejadian tersebut, dilaporkan kerusakan sedang pada satu unit mobil jenis Karimun. Korban yang merupakan Kelihan Dusun Tegal Payang, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, dilaporkan dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka.
Lebih lanjut Ngurah Dibya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya saat melintasi jalur rawan longsor, terutama pada malam hari dan saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan potensi bencana di lingkungan sekitar melalui call center 112 Gianyar.
“Tetap waspada terhadap kondisi cuaca exstrim, hindari berkendara pada jalur rawan longsor terlebih pada malam hari. Bila menemukan kondisi darurat silahkan hubungi call center 112 Gianyar,” pungkasnya.