TerusUsaha Dorong Digitalisasi Ratusan Ribu UMKM di Bali | Bali Tribune
Bali Tribune, Rabu 23 September 2020
Diposting : 4 August 2020 20:17
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / KEBIASAAN BARU - Di era adaptasi kebiasaan baru, bisnis perlu bertransformasi menjadi digital untuk bisa bertahan

balitribune.co.id | DenpasarProgram TerusUsaha kini hadir sebagai solusi untuk mempercepat pertumbuhan dan transformasi digital ratusan ribu usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Bali agar siap hadapi era tatanan hidup baru pascaCovid-19. Upaya untuk mendorong digitalisasi UMKM diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Bali yang sempat terpuruk karena dampak penyebaran pandemi Covid-19. 

Program TerusUsaha ini mencakup berbagai inisiatif akselerasi khusus untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM, iklan gratis untuk membantu pelaku usaha meningkatkan visibilitas secara online. Sehingga dapat meningkatkan penjualan, juga microsite yang dirancang khusus bagi UMKM untuk memberikan tips dan juga pengetahuan lainnya agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya. 

Sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia, 52% pendapatan ekonomi Bali disumbang oleh sektor pariwisata. Sektor ini juga memastikan banyak UMKM dan pekerja lepas bermunculan dan bertumbuh di Bali pada beberapa tahun terakhir, termasuk sektor kerajinan, kuliner dan busana. Saat pandemi menyerang, kedua sektor ini menjadi lesu. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tercatat adanya penurunan jumlah wisatawan sebesar 88,9% pada bulan Mei 2020.  Padahal, UMKM dan pekerja lepas telah menyumbangkan kontribusi ekonomi yang signifikan bagi Bali. 

Halim Wijaya, Head of East Indonesia Grab Indonesia menyampaikan, saat ini adanya kebutuhan mendesak terhadap digitalisasi, baik dari sisi pemberian pelatihan dan penyediaan platform teknologi agar lebih banyak UMKM di Bali yang bisa merangkul digitalisasi dan bertahan di era New Normal ini. “Para pelaku usaha dari semua sektor termasuk pariwisata di Bali jelas terkena imbas dari pandemi yang terjadi. UMKM tentunya diharapkan bisa menjadi sektor lokomotif, atau penggerak ekonomi di Bali. Digitalisasi menjadi sebuah hal yang mendesak, mengingat perubahan perilaku konsumen yang tengah terjadi, sekaligus manfaatnya untuk menghemat waktu dan biaya operasional," jelasnya, Selasa (4/8). 

Program #TerusUsaha di Bali bertujuan mendukung percepatan digitalisasi UMKM melalui rangkaian pelatihan dan pemanfaatan teknologi. "Kami berharap pelaku industri pariwisata dan UMKM di Bali bisa bangkit dan siap menyambut siklus bisnis baru di era New Normal ini dengan teknologi,” terang Halim.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gde Wayan Samsi Gunarta mengatakan, karena pandemi ini roda perekonomian Provinsi Bali yang ditopang oleh pariwisata merasakan dampak yang sangat luar biasa. Rangkaian solusi untuk meningkatkan perekonomian Bali ini sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam hal pemulihan dampak Covid-19, salah satunya meliputi relaksasi peningkatan kualitas SDM, bantuan teknologi, promosi UMKM.

"Karena kami percaya bahwa UMKM merupakan penyelamat perekonomian. Semoga inovasi program ini juga dapat membantu para pelaku usaha dan UMKM lebih siap menghadapi tatanan kehidupan baru dan memanfaatkan IT sebaik-baiknya. Pemerintah pun tidak lupa mengajak masyarakat dan pelaku UMKM di Bali agar dapat memanfaatkan program digitalisasi dengan baik," imbuhnya. 

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Badung, I Made Widiana mengungkapkan, digitalisasi akan menyelamatkan UMKM yang selalu ingin terus berusaha ditengah kondisi dunia yang seperti ini. Digitalisasi bukanlah hanya sebuah tren sesaat dan akan menghilang dalam beberapa waktu ke depan. 

Namun, platform digital merupakan masa depan dari sebuah kemajuan perekonomian. Diharapkan dengan program ini akan ada banyak UMKM yang ikut ambil bagian dalam solusi yang diberikan dalam menghadapi era baru tersebut.