Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tiga Tahun Terakhir Bantuan Irigasi Nihil Realisasi

Bali Tribune/ SALURAN IRIGASI - Pusat masih pending bantuan saluran irigasi di Gianyar.

balitribune.co.id | Gianyar - ahun 2022 dan 2023, bantuan infrastruktur pertanian dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Gianyar belum ada yang terealisasi. Demikian pula di tahun 2024 ini, belu. Juga ada tanda-tanda turunnya bantuan. Bahkan seperti sudah terblokir, hal ini mengakibatkan banyaknya saluran irigasi yang rusak.

Dari informasi yang diterima, Senin (1/7 ), sedikitnya 8 subak yang saluran irigasinya rusak, terus berharap bantuan bisa turun. "Ia benar, sampai saat ini dana dari pemerintah pusat belum turun, bahkan sepertinya permohonan yang kita ajukan sudah terblokir," jelas Pejabat Fungsional Sarana dan Infrastruktur Pertanian, Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, Kadek Juliana.

Disebutkan, permohonan bantuan yang diajukan sudah sejak Tahun 2022 lalu, namun sampai saat ini permohonan tidak terealisasi. Yuliana juga menyebut permohonan yang diajukan sudah melewati proses verifikasi. Bahkan permohonan bantuan yang diajukan, 8 subak kondisinya urgen untuk perbaikan. "Sebagian ada yang rusak karena jebol akibat luapan banjir, sebagian pula rusak karena sudah umur," bebernya.

Lanjutnya, panjang perbaikan saluran irigasi bervariasi dari panjang 150 meter sampai 300 meter. Dimana anggaran yang dibutuhkan untuk saluran irigasi sepanjang 150 meter dengan kisaran Rp 75 juta, dan paling tinggi nilainya sekitar Rp 200 juta. "Untuk ke delapan subak ini pengajuan sudah sejak tahun 2022, dan kami terus follow up ke pusat," ujarnya.

Dengan adanya pending bantuan perbaikan saluran irigasi dari pusat, maka permohonan dari subak Tahun 2023 dan Tahun 2024 menumpuk di Dinas Pertanian. Dimana setelah bantuan Tahun 2022 terealisasi, maka barulah mengajukan permohonan selanjutnya secara berurutan. "Ya di kami masih ada beberapa proposal permohonan perbaikan irigasi yang belum diteruskan ke pusat. Kami masih menunggu apakah dana itu bisa turun. Kalau tidak turun, maka kemungkinan turun tahun berikutnya," tandasnya.

wartawan
ATA
Category

Pemkab Badung Cek Harga dan Ketersediaan Pangan Jelang Galungan

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung menjamin stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok aman menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Meski terjadi lonjakan harga wajar pada komoditas bunga akibat tingginya animo masyarakat, Pemkab Badung memastikan stok pangan lain seperti beras dan daging babi dalam kondisi surplus dan terkendali.

Baca Selengkapnya icon click

Bupati Badung Soroti Penghayatan dan Mental Panggung Duta PKB, Minta Penampilan Jangan Sekadar Bagus di Vokal

balitribune.co.id | Mangupura - Meski dinilai memiliki kualitas vokal dan penguasaan materi yang kuat, penampilan Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 masih mendapat sejumlah catatan penting dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai,Bupati Sanjaya Jadi Responden Perdana

balitribune.co.id | Tabanan - Pelaksanaan Pendataan Lengkap Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Tabanan resmi dilaksanakan. Menandai dimulainya tahapan krusial ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tabanan melakukan pendataan perdana langsung kepada Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, di Rumah Jabatan Bupati, Kamis, (11/6/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Telkomsel 31 Tahun: Hadir Melayani Sepenuh Hati Melalui Aksi Sosial Untuk Masyarakat

balitribune.co.id | Gianyar - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-31, Telkomsel Regional Bali Nusra menggelar kegiatan bakti sosial bersama Yayasan Bhakti Senang Hati sebagai wujud rasa syukur sekaligus komitmen perusahaan untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Waspada Puncak Kemarau Agustus, BMKG Imbau Masyarakat Bali Siapkan Mitigasi

balitribune.co.id | Denpasar - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli-September 2026. Seluruh lapisan masyarakat harus mengantisipasi kondisi ini guna mengamankan ketersediaan air, menjaga kesehatan, dan mengendalikan kebutuhan berbagai sektor yang terdampak.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.