Diposting : 27 July 2019 17:46
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ EVAKUASI - Proses evakuasi jasad Mahmoud Mohammad Milhem (28), WN Jordania yang tenggelam di Pantai Double Six, Kamis (25/7). Jasadnya ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi terakhir dia menghilang, pada Jumat (26/7) sore.
balitribune.co.id | Kuta - Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad warga negara Jordania, Mahmoud Mohammad Milhem (28) yang tenggelam di Pantai Double Six. Jenasahnya ditemukan kurang lebih 1 kilometer arah utara dari LKP (Last Know Position), Jumat (26/7) pukul 15.20 Wita.
 
Saat itu seorang personel Balawista hendak mengajar muridnya bermain surfing, dan ketika mengayuh papan surfingnya ia menemukan jenasah mengapung. “Sebelum penemuan kebetulan tim kami baru saja berkoordinasi dengan Balawista di Pantai Kudeta.
 
Ia meminta izin untuk mengajar surfing, dan secara kebetulan ia melihat jenasah terapung, posisinya sekitar 50 meter dari bibir pantai,” jelas I Made Junetra, Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).
 
Tim SAR segera membantu proses evakuasi dan dimasukkan ke dalam kantung jenasah sebelum dibawa menuju ambulans Balawista Badung. Ketika ditemukan korban sudah dalam kondisi tak mengenakan pakaian. Selanjutnya jenasah dibawa ke RSUP Sanglah.
 
 
Tim SAR Gabungan
 
Diberitakan sebelumnya, Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian WNA asal Jordania, Mahmoud Mohammad Milhem (28) yang hilang di Pantai Double Six Legian, Kuta (koordinat 8° 41'46.71”S - 115° 9'32.20”E). Ia dikabarkan tenggelam saat berenang bersama istrinya, Kamis (25/7) pukul 15.00 Wita.
 
“Kami terima informasi 2 jam setelah kejadian dari Polair Kuta, dan segera direspon dengan mengerahkan 5 orang personel,” ungkap Pelaksana Harian Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) I Made Junetra SH, saat ditemui di lokasi.
 
Pencarian dilakukan oleh Tim SAR pasca kejadian dan malam harinya kembali ada penambahan personel dengan dilengkapi Alut SAR berupa rubber boat. Hari ini, Jumat (26/07) operasi SAR sudah dimulai sejak pagi hari.
 
Tim bergerak dari Kantor Basarnas Bali pukul 05.30 Wita. Lebih dari 24 personel dari Basarnas Bali beserta 4 orang crew heli BO 105 terlibat dalam proses pencarian dan juga dibantu potensi SAR dari Balawista (6 orang), Pol Air Polda Bali (6 orang) dan SAR Samapta Polda Bali (4 orang), SAR MTA (3 orang), SAR Radio 115 (2 orang).
 
Tim SAR gabungan dibagi menjadi beberapa area pencarian, yakni penyisiran darat di sepanjang bibir Pantai Double Six, penyisiran di perairan menggunakan 2 unit jetski, dan 3 unit rubber boat. Sementara itu, penyisiran melalui udara juga diupayakan dengan menerbangkan heli SAR BO 105 HR1521. Sampai dengan berita ini diturunkan korban masih belum ditemukan, tim SAR masih berupaya melakukan pencarian.
 
“Hari kedua operasi SAR ini kami all out, semaksimal mungkin mengerahkan personel dan Alut SAR, termasuk pencarian melalui udara dengan heli selama 1 jam,” jelas Junetra. Ia berharap WNA naas tersebut dapat segera ditemukan, dan menurutnya memang sudah sering kali Basarnas Bali menangani kejadian wisatawan asing yang hilang ataupun celaka saat melakukan aktifitas di sekitar pantai.
 
“Memang karakteristik ombak di seputaran pantai Kuta ini cukup berisiko. Sudah sering ada kejadian orang tenggelam, maka saya mengimbau sebaiknya wisatawan yang berkunjung harus lebih berhati-hati dan mawas terhadap kondisi ombak,” imbuhnya.(u)