Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tingkatkan Ekspor Biji Kakau, Sektor Hulu hingga Hilir Digenjot

Bali Tribune / EKSPOR - Belasan ton biji kakau Jembrana kembali diekspor ke pasar manca Negara pada Sabtu (8/10) lalu.

balitribune.co.id | NegaraKualitas kakao asal Jembrana  telah diakui dunia. Salah satu bukti kinerja positif itu adalah adanya permintaan ekspor biji kakao fermentasi. Bahkan kakao Jembrana dipilij menjadi bahan baku pembuatan cokelat premium Prancis Valrhona. Dengan produktivitas kakao serta kualitas yang terus membaik, sekaligus meneguhkan Jembrana sebagai sentra komoditi kakao di Bali maupun nasional.

Komuditas kakau Jembrana kini telah merambah pasar mancanegara. Teranyar kembali dilakukan pengiriman biji kakao fermentasi kepasar ekspor pada Sabtu (8/10). Kali ini sebanyak 12 ton Biji Kakao Fermentasi Koperasi Kakao Kerta Semaya Samaniya ke Valrhona Perancis. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan  Jembrana I Wayan Sutama menyatakan ekspor biji kakao ke Valrhona Perancis sebuah kebanggaan bagi Jembrana, “kita buktikan komoditas unggulan kakao kita bisa merambah dunia internasional,” ujarnya.

“Berkat arahan dan bimbingan pemerintah daerah dan dukungan subak abian di Jembrana, kita bisa kembali mengekspor ke Valrhona Prancis sebanyak 12 ton biji kakao fermentasi dari Koperasi Kertha Samaya Samaniya," tandasnya. Sementara Kosultasn Kehormatan Perancis untuk Bali Marc Le Moullec mengaku selama ini telah mengamati perkembangan kakao Jembrana. Sehingga  Jembrana kembali bisa mengirim kakao Jembrana ke Valrhona, sebuah perusahaan cokelat ternama di Perancis yang sudah dikenal dunia.

"Kakao  yang dikirim ke Valrhona Perancis, kakao ini merupakan bibit unggul dari Bali yang pakai oleh orang Prancis .Mereka telah terbiasa dengan aroma khas coklat dari Bali dan produk cokelat  Valrhona didstribusikan ke seluruh dunia seperti di Eropa dan Asia Pasifik. Diantaranya Cina, Jepang l, Korea, Thailand, Perancis dan Amerika", ungkapnya.Kerjasama ekspor biji kakao ini yang telah terjalin ini menurutnya dapat berjalan dengan baik tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah dan para subak abian di Jembrana.

Sedangkan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba mengatakan selain sisi produksi di hulu, pihaknya saat ini juga menggenjot sektor hilir. Upaya itu diantaranya dengan fokus mencari buyer buyer baru. Sehingga diharpakannya hasil hasil produksi para petani kakao Jembrana mampu terserap.  Langkah lainnya menurutnya adalah dengan memperkenalkan olahan cokelat sebagai minuman sajian bagi para tamu. Harapannya masyarakat akan terbiasa mengkonsumsi cokelat seperti halnya minum kopi yang saat ini lebih populer.

"Di Jembrana Saya telah mendeklarasikan not morning coffee but morning chocolate, kita tidak ada lagi coffee morning tapi morning chocolate. Kami juga berupaya menyeimbangkan produksi dihulu dengan pemasaran dihilirnya melalui buyer buyer baru tadi . Karena itu, saya canangkan Jembrana sebagai Sentra Kabupaten Pengekspor Kakao di Bali," ujar Bupati Tamba. Ia menyatakan pemerintah daerah akan memporsikan anggaran besar untuk kakao. Hal itu menurutnya wujud dukungan kepada petani petani Kakao di Jembrana.

"Untuk mendukung petani kita menyambut investasi yang akan masuk ke Bali di tahun 2026 yang akan terjadi setelah selasai dibangunnya jalan tol pada 2025", kata Bupati Tamba  Ia berharap petani subak terus bersemangat menanam kakao agar setiap rumah memiliki tanaman kakao untuk dapat memenuhi permintaan pasar. Bahkan Bupati asal Kaliakah ini menantang para petani subak untuk menanam kakao di setiap rumah tangga . Mengawali ditunjuk Desa Ekasari kemudian diikuti oleh daerah-daerah yang lainnya.

Terlebih menyongsong 2026 yang dicanangkan sebagai tahun Jembrana Emas, saat ini menurutnya Jembrana harus sudah menyiapakan komoditas pertanian unggulan,  "petani harus bersemangat menyambut daerah destinasi wisata 2025. Kita akan pertahankan pertanian khususnya kakao untuk memenuhi permintaan pasar di tahun 2026, sehingga benar-benar menjadi Jembrana emas tahun 2026. Selanjutnya kita  rancang Desa Mandiri Kakao sehingga tiap rumah tangga mampu menanam kakao," tandasnya. 

wartawan
PAM
Category

Piodalan di Pura Samuantiga, Krama Istri Bergilir Kelola Sampah

balitribune.co.id I Gianyar - Tidak hanya dalam urusan kelengkapan upacara,  krama istri pengempon pura Samuantiga, Bedulu, Blahbatuh, juga berperan aktif dalam pengolaan sampah. Terlebih, peningkatan volume sampah upacara  dalam pelaksanaan  Piodalan di Pura Kahyangan ini sangat signifikan.  Inovasi  panitia melibatkan  krama istri dan juga siswa pun menjadikan kawasan Pura tetap bersih.

Baca Selengkapnya icon click

Warga Kemenuh Keluhkan Pembakaran Sampah di Lahan Perusahaan

balitribune.co.id I Gianyar - Awalnya hanya dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan material bangunan. Namun, dalam beberapa hari terakhir, malah ada aktivitas pembakaran sampah anorganik. Warga Banjar Tegenungan, Kemenuh, Sukawati, pun terusik hingga akhirnya Kelian Banjar, Pecalang didampingi Banbinkantibmas datang ke lokasi dan menghentikan pembakaran itu, Senin (4/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pemkab Badung Catat Ada 45,43 Hektare Kawasan Kumuh di Kuta

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung mencatat masih adanya kawasan kumuh seluas 45,43 hektare di wilayahnya, termasuk di pusat pariwisata Kuta yang dikenal sebagai destinasi wisata internasional.

Data tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Badung Nomor 39/0421/HK/2025 tertanggal 7 November 2025 tentang penetapan lokasi perumahan kumuh dan permukiman kumuh di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Anggota DPRD Badung Hadiri Metatah Massal di Sobangan, Dukung Pelestarian Adat

balitribune.co.id | Mangupura - Anggota DPRD Badung, I Made Yudana, menghadiri prosesi Metatah Massal yang digelar di Pura Prajapati, Banjar Tengah dan Selat, Desa Adat Sobangan, Kecamatan Mengwi, Minggu (3/5/2026). Kehadiran wakil rakyat ini mewakili Ketua DPRD Badung dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan masyarakat setempat.

Baca Selengkapnya icon click

Polda Bali Fokus Berantas Korupsi dan Sukseskan Program MBG

balitribune.co.id I Denpasar - Wakapolda Bali, Brigjen Pol. I Made Astawa, secara resmi membuka penelitian Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri di Gedung Presisi Polda Bali, Senin (4/5/2026). 

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja kepolisian dalam pemberantasan korupsi serta dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.