Tingkatkan SDM Pariwisata, Puluhan Pengelola Home Stay Telah Dilatih | Bali Tribune
Bali Tribune, Jumat 25 September 2020
Diposting : 29 November 2019 21:24
Putu Agus Mahendra - Bali Tribune
Bali Tribune/PRAKTEK - Puluhan pengelola home stay/pondo wisata/rumah wisata di Jembrana mengikuti praktek lapangan di home stay masyarakat yang ada di Desa Wisata Blimbingsari, Kecamatan Melaya.

balitribune.co.id | Negara – Pariwisata Jembrana kini tengah bergeliat. Pemkab Jembrana pun melakukan berbagai upaya dalam pengembangan kepariwisataan di Jembrana. Salah satunya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang jasa pariwisata. Terbukti belasan pengelola home stay/pondok wisata/rumah wisata yang tersebar di sejumlah desa di Jembrana telah mendapatkan pelatihan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana, I Nengah Alit mengatakan untuk mengujudkan pariwisata yang diharapkan bisa menjadi penggerak perekonomian masyarakat disekitranya dan dapat berjalan secara berkelanjutan, diperlukan peran serta dan sinergi dari pemerintah, akademisi, pihak swasta dan juga masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan SMD bidang kepariwisataan khususnya pengelola home stay/pondok wisata/rumah wisata.

Menurutnya 50 orang pengelola Home Stay/pondok wisata/rumah wisata sudah memdapatkan pelatihan pada Selasa (29/10) hingga Kamis (31/10) lalu. Pengelola Home Stay/pondok wisata/rumah wisata tersebut berasal dari 13 desa di lima kecamatan di Jembrana yang potensi pariwisatanya menggeliat. Pihaknya berharap pengelola home stay/pondok wisata/rumah wisata bisa faham terkait perijinan dan profesionalisme penerimaan tamu serta kewajiban membayar pajak.

Ia mengakui hingga kini banyak pengelola Home Stay/pondok wisata/rumah wisata belum menyampaikan dan melaporkan keberadaannya, “karena merak khawatir ijin tidak punya, sehingga kita latih mereka agar sesuai ketentuan” ujarnya. Ia menyebut perkembangan pariwisata Jembrana dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Jembrana mencapai 360 ribuan lebih, “meningkatn 50 persen dari kunjungan tahun sebelumnya. Sekrang lagi pendataan” ungkapnya.

Peningkatan kunjungan ini salah satunya karena adanya atraksi seni dan budaya seperti makepung dan makepung lampit, konservasi penyu, mangrove, surving serta diving dan snorkling di Gilimanuk. “Geliat home stay dengan jualan online, banyak turist yang datang baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Keuntungan digitalisasi sangat berpengaruh” jelasnya. Kini pihaknya tengah mengasistensi pengelola Home Stay/pondok wisata/rumah wisata sesuai potensi desa.

Menurutnya juga pelatihan penggelola home stay pondok wisata/rumah wisata ini dailakukan sesuai dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat. Dalam pelatihan tersebut peserta juga telah diajak praktek lapangan di home stay masyarakat yang ada di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya. “Bedanya home stay/pondok wisata, tamu bisa bersosialisasi dengan masyarakat dan mendapat edukasi di lingkungan desa” ungkapnya. Ini juga terkait juga dengan keberadaan desa wisata.