Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tingkatkan SDM Pariwisata, Puluhan Pengelola Home Stay Telah Dilatih

Bali Tribune/PRAKTEK - Puluhan pengelola home stay/pondo wisata/rumah wisata di Jembrana mengikuti praktek lapangan di home stay masyarakat yang ada di Desa Wisata Blimbingsari, Kecamatan Melaya.

balitribune.co.id | Negara – Pariwisata Jembrana kini tengah bergeliat. Pemkab Jembrana pun melakukan berbagai upaya dalam pengembangan kepariwisataan di Jembrana. Salah satunya dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang jasa pariwisata. Terbukti belasan pengelola home stay/pondok wisata/rumah wisata yang tersebar di sejumlah desa di Jembrana telah mendapatkan pelatihan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Kabupaten Jembrana, I Nengah Alit mengatakan untuk mengujudkan pariwisata yang diharapkan bisa menjadi penggerak perekonomian masyarakat disekitranya dan dapat berjalan secara berkelanjutan, diperlukan peran serta dan sinergi dari pemerintah, akademisi, pihak swasta dan juga masyarakat. Salah satunya melalui peningkatan SMD bidang kepariwisataan khususnya pengelola home stay/pondok wisata/rumah wisata.

Menurutnya 50 orang pengelola Home Stay/pondok wisata/rumah wisata sudah memdapatkan pelatihan pada Selasa (29/10) hingga Kamis (31/10) lalu. Pengelola Home Stay/pondok wisata/rumah wisata tersebut berasal dari 13 desa di lima kecamatan di Jembrana yang potensi pariwisatanya menggeliat. Pihaknya berharap pengelola home stay/pondok wisata/rumah wisata bisa faham terkait perijinan dan profesionalisme penerimaan tamu serta kewajiban membayar pajak.

Ia mengakui hingga kini banyak pengelola Home Stay/pondok wisata/rumah wisata belum menyampaikan dan melaporkan keberadaannya, “karena merak khawatir ijin tidak punya, sehingga kita latih mereka agar sesuai ketentuan” ujarnya. Ia menyebut perkembangan pariwisata Jembrana dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke Jembrana mencapai 360 ribuan lebih, “meningkatn 50 persen dari kunjungan tahun sebelumnya. Sekrang lagi pendataan” ungkapnya.

Peningkatan kunjungan ini salah satunya karena adanya atraksi seni dan budaya seperti makepung dan makepung lampit, konservasi penyu, mangrove, surving serta diving dan snorkling di Gilimanuk. “Geliat home stay dengan jualan online, banyak turist yang datang baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Keuntungan digitalisasi sangat berpengaruh” jelasnya. Kini pihaknya tengah mengasistensi pengelola Home Stay/pondok wisata/rumah wisata sesuai potensi desa.

Menurutnya juga pelatihan penggelola home stay pondok wisata/rumah wisata ini dailakukan sesuai dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat. Dalam pelatihan tersebut peserta juga telah diajak praktek lapangan di home stay masyarakat yang ada di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya. “Bedanya home stay/pondok wisata, tamu bisa bersosialisasi dengan masyarakat dan mendapat edukasi di lingkungan desa” ungkapnya. Ini juga terkait juga dengan keberadaan desa wisata. 

wartawan
Putu Agus Mahendra

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.