Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tinju Realistis Raih 3 Medali Emas

PON
Harry T Putra

Denpasar, Bali Tribune

Ketua Harian Pengprov Pertina Bali, Harry Trimulia Putra menyebut target tiga medali emas di PON XIX/2016 Jawa Barat, September nanti sangat realistis. Karenanya dengan kekuatan 5 petinju, mereka diminta untuk membawa pulang tiga medali emas tersebut.

“Kalau saya meminta tiga emas dibawa pulang ke Bali dari PON Jabar,
itu merupakan permintaan yang realistis. Permintaan saya itu jelas
dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang,” kata Harry Trimulia Putra di Denpasar, Rabu (10/8).

Tiga petinju yang diminta bisa memperoleh kalungan medali emas, yakni Kornelis Kwangu Langu kelas layang (49 kg), Julio Bria kelas terbang (52 kg), dan Valentinus Nahak kelas layang ringan (46 kg).

“Dasar pertimbangan target itu tak lain yakni karena prestasi Kornelis
dan Julio sudah level internasional, sedangkan Valentinus Nahak
berprestasi di level nasional dan memiliki potensi maupun peluang
meraih emas PON,” tambah Harry Trimulia Putra.

Lantas bagaimana jika nanti ada ganjalan-ganjalan non-teknis yang
terjadi, seperti yang dialami Julio Bria di PON Riau 2012 silam?
Pihaknya tak mau hal itu terjadi lagi dan dialami petinju Bali di PON
Jabar nanti.

“Makanya petinju Bali nantinya ketika bertarung di atas ring, harus
tampil benar-benar eksplosif dengan hasil menang angka telak atau
menang KO. Jadi akan sulit adanya faktor non-teknis,” tambah Harry.

Lantas kenapa tim tinju PON Bali melakoni TC di luar hotel Batukaru
dan memilih di sasana Adi Swandana Boxing Camp (ASBC) Denpasar?
Ditekankannya agar latihan bisa langsung, selain itu untuk gizi
makanan petinju bisa langsung ditangani pelatih kepala IGM. Adi
Swandana.

“Pak Adi Swandana itu merupakan pelatih tinju pelatnas yang juga
lulusan dosen S2 olahraga. Jadi sangat paham sekali dengan kebutuhan
gizi para petinjunya,” tutup Harry.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Festival Semarapura Sukses Digelar, Pengunjung 20.000 Orang, Transaksi 20 Miliar

balitribune.co.id | Semarapura - Bupati Klungkung, I Made Satria resmi menutup Festival Semarapura ke-7 di depan Monumen Puputan Ida Dewa Agung Jambe, Kecamatan Klungkung, Kamis (1/5) malam. Turut hadir Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua TP-PKK Klungkung, Ny. Eva Satria, Sekrataris TP-PKK Klungkung, Ny. Kusuma Surya Putra, Forkompinda, Kepala OPD dan undangan terkait lainya. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Beautiverse Menggaungkan Potensi Industri Kecantikan dan Wellness Bali ke Skala Internasional

balitribune.co.id | Denpasar - Ajang Beautiverse 2025 diharapkan dapat menampilkan berbagai pameran produk kecantikan dan kesehatan tradisional Bali. 

Seperti diketahui, Bali memiliki berbagai produk usada yang tertulis dalam lontar dan telah terbukti khasiatnya, namun belum diketahui secara luas seperti halnya obat tradisional dari Tiongkok.

Baca Selengkapnya icon click

IFSC World Cup 2025 Perkuat Posisi Nusa Dua Sebagai Destinasi Event Kelas Dunia

balitribune.co.id | Badung - International Federation of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2025 atau kompetisi panjat tebing tingkat dunia yang berlangsung di Peninsula Island, Nusa Dua Kabupaten Badung pada 2–4 Mei ini memperkuat posisi kawasan pariwisata Nusa Dua sebagai destinasi unggulan untuk berbagai event (kegiatan) bertaraf nasional maupun internasional.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Pujawali Pura Dalem Sakenan, Ida Bhatara Nyejer Hingga 6 Mei

balitribune.co.id | Denpasar - Jajaran Pemkot Denpasar melaksanakan persembahyangan serangkaian Pujawali di Pura Dalem Sakenan, Desa Adat Serangan, Denpasar bertepatan dengan Hari Suci Kuningan, Sabtu (3/5). Pelaksanaan bhakti pujawali dihadiri langsung Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa serta Sekda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana.

Baca Selengkapnya icon click

Menakar Peran Ormas dan Pecalang di Bali

balitribune.co.id | Bali bukan sekadar destinasi wisata dunia. Ia adalah ruang hidup masyarakat adat yang berusaha menjaga keseimbangan antara modernitas dan nilai-nilai lokal. Tapi dalam beberapa decade belakangan ini, muncul dinamika sosial yang cukup mengkhawatirkan dengan makin maraknya organisasi kemasyarakatan (ormas) non adat yang kerap bersinggungan yang acapkali menumpuk peran dengan pecalang sebagai penjaga keamanan berbasis desa adat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.