Diposting : 18 May 2016 15:24
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
TPID
TPID Denpasar menggelar rapat pembahasan Roadmap pengendalian inflasi periode 2016-2018.

Denpasar, Bali Tribune

TPID Denpasar menggelar rapat pembahasan roadmap pengendalian inflasi yang melibatkan instansi terkait pemkot Denpasar, Selasa (17/5) di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Rapat dibuka Ketua TPID Denpasar, AA Ngurah Rai Iswara dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Suarpika Bimantoro.

“Roadmap pengendalian Inflasi Daerah Kota Denpasar ini disusun mengacu pada Roadmap Pengendalian Inflasi Provinsi Bali dan Nasional yang dimulai dengan identifikasi permasalah pokok di masing-masing kelompok inflasi yakni volatile food, administered price, dan inti. Disamping itu melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi jangka pendek 2015-2016 dan jangka menengah 2017-2018,” kata Rai Iswara.

Dalam Roadmap ini, kata Rai Iswara, telah disinergikan langkah-langkah pengendalian inflasi dengan program kerja Pemkot Denpasar tahun 2016. Selanjutnya berbagai langkah strategis Kota Depasar dalam mendukung TPID Provinsi Bali mengatasi permasalahan struktural pengendalian inflasi Bali yang juga Roadmap ini akan disinergikan kedalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Denpasar tahun 2017-2018.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Suarpika Bimantoro mengatakan melalui Roadmap ini dapat menjadi sinergitas pengendalian inflasi di masing-masing daerah yang menjadi gerakan masif mengawal inflasi dimasing-masing daerah yang nantinya dapat membentuk inflasi Indonesia.

“Inflasi Denpasar mencapai 2,80 persen (yoy) yang tentunya perlu terus dilakukan upaya-upaya pengendalian inflasi yang secara nasional mencapai 3,60 persen (yoy). Sehingga tugas TPID melakukan upaya-upaya pengendalian inflasi (time frame) yang dipengaruhi oleh administered prices seperti tarif bensin, tarif listrik, bahan bakar rumah tangga serta kebijakan yang terkait dengan pasokan pangan” katanya.

Sementara dari sumber inflasi Kawasan Timur Indonesia dalam kategori kota-kota besar, Denpasar sebagai kota kedua setelah Kota Makasar dengan bobot Nasional inflasi mencapai 1,96 persen, sehingga Denpasar sebagai wilayah yang sangat stratgeis dalam penanganan pengendalian inflasi.

“Ini pentingnya kita di Denpasar melakukan upaya inflasi terkendali baik melalui Roadmap pengendalian maupun sinergitas dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Denpasar,” ujarnya.