Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tradisi Ngandang Hingga Megibung Warga Muslim Karangasem Saat Ramadhan

Bali Tribune / MEDULANG - Trdisi Ngandang atau medulang yang dilaksanakan oleh warga di Kampung Muslim Karang Tebu, Karangasem

balitribune.co.id | Amlapura - Berbagai tradisi dilaksanakan masyarakat muslim di sejumlah kampung islam di Kabupaten Karangasem dalam menyambut masuknya bulan suci Ramadhan, diantaranya tradisi ngandang atau medulang dan ada pula tradisi megibung yang dilaksanakan warga pada buka puasa pertama di awal Ramadhan.

Tradisi Ngandang atau Medulang ini secara umum dilaksanakan oleh sejumlah kampung muslim di Karangasem, salah satunya dilaksanakan oleh warga di Kampung Muslim Karang Tebu, Karangasem. Tradisi Ngandang ini dilaksanakan menjelang masuknya Bulan Ramadhan tepatnya pada malam Shalat Tarawih pertama.

Sore harinya para ibu-ibu di kampung islam ini sudah memasak menu terbaik yang mereka bisa masak dan sajikan. Begitu selesai Shalat Magrin, ibu-ibu di kampung ini kemudian menyunggi dulang yang berisi makanan dan minuman lengkap dengan buah, menuju ke masjid.

Sebelum tradisi ngandang ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilaksanakan Dzikiran dan Tahlilan serta doa untuk para arwah keluarga mereka yang telah mendahului mereka. Setelah itu baru dilaksakanan pembersihan yakni seluruh warga saling bersalaman, saling bermaaf-maafan satu dengan yang lainnya, yang dilanjutkan dengan makan bersama, meninkmati menu makanan dalam dulang yang mereka bawa dari rumah tersebut.

“Ini kita sebut sebagai malam bersihan, dimana kami meyakini arwah keluarga kami yang telah meninggal, akan pulang pada saat Bulan Ramadhan,” ungkap Fahrudin, salah satu tokoh masyarakat di Kampung Karang Tebu. Selain itu tradisi ini juga untuk menguatkan silaturahmi dan saling memaafkan sebelum menyambut dan melaksanakan ibadah puasa esok harinya.

Sementara itu, pada hari pertama berbuka puasa di Bulan Ramadhan, Minggu (3/4) warga muslim di Banjar Dinas Saren Jawa, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem, Karangasem menggelar tradisi megibung di masjid. Oleh warga setempat, megibung sudah menjadi tradisi rutin yang dilaksanakan oleh warga saat berbuka di hari pertama puasa.

"Megibung memang sudah rutin dilaksanakan pada saat buka puasa dihari pertama, jadi sebelum melaksanakan solat magrib kita buka puasa megibung bersama warga,” ujar Made Hasan kepada awak media. Disebutkannya jelang waktu berbuka, setiap kepala keluarga membawa hidangan dari rumah mereka ke masjid. Dan begitu beduk berbuka puasa di tabuh, warga langsung berdoa untuk kemudian megibung bersama menikmati hidangan.

wartawan
AGS

Tiadakan Konser Musik, Pawai Ogoh-ogoh Kasanga Festival Adopsi Sistem Peed Aye

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar siap menyelenggarakan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 pada 6–8 Maret 2026 mendatang. Berlokasi di kawasan Titik Nol Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung, festival tahun ini tampil beda dengan mengadopsi sistem parade Peed Aye layaknya Pesta Kesenian Bali (PKB) dan meniadakan panggung konser musik.

 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Tabanan Gelar Monev OpenSID di 133 Desa

balitribune.co.id | Tabanan - Pemerintah desa se-Kabupaten Kabupaten Tabanan terus menunjukkan komitmen dalam penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital melalui pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID). Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) penerapan aplikasi OpenSID yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika.

Baca Selengkapnya icon click

Berbulan-Bulan Tak Berfungsi, Traffic Light Depan MPP Bangli Akhirnya Diperbaiki

balitribune.co.id I Bangli - Sempat berbulan- bulan tidak berfungsi, akhirnya lampu traffic light di depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) di perbaiki petugas Dinas Perhubungan Bangli. Kini lampu pengatur arus lalin telah berfungsi secara normal. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Angker, Rumah Jabatan Ketua DPRD Buleleng Tidak Ditempati

balitribune.co.id I Singaraja - Sejak dilantik menjadi Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya tidak menempati fasilitas rumah jabatan yang disediakan pemerintah daerah. Hal itu bukan tanpa alasan, selain kondisi bangunan tidak layak huni, sudah sejak lama rumah yang dibangun pada zaman Belanda itu di kenal angker di kalangan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.