Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Tragedi Berdarah Sanggalangit, Terungkap Pelaku Siapkan Peralatan Menghabisi Ayahnya

Bali Tribune / Pelaku Gede Darmika (50) yang menghabisi ayah kandungnya sendiri, Wayan Purna (72) secara sadis, Selasa (17/5).
balitribune.co.id | Singaraja - Tragedi berdarah yang menyebabkan hilangnya nyawa Wayan Purna (72) warga Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak oleh anaknya sendiri Gede Darmika (50) mulai terkuak. Hasil penyelidikan awal kepolisian mengungkap adanya persiapan pelaku sebelum menghabisi nyawa ayahnya sendiri.
 
 
Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, peralatan atau senjata yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa ayahnya memang sudah dipersiapkan dari rumahnya. Bahkan sebelum insiden berdarah terjadi, antara korban dan pelaku sempat adu mulut.
 
”Pelaku sudah mempersiapkan peralatan seperti linggis dan arit (sabit), tapi yang digunakan (untuk menghabisi ayahnya linggis. Kalau dibilang perencanaan, nanti dilihat dari hasil penyidikan yang sekarang masih berjalan,” kata Iptu Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sinara Subawa, Selasa (18/5).
 
Saat ini, kata Sumarjaya, pelaku Darmika masih menjalani proses pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Gerokgak. Dan beberapa orang saksi yang dianggap mengetahui ujung pangkal peristiwa berdarah ini masih dimintai keterangan.
 
”Hasil sementara motifnya pelaku merasa sakit hati, karena setiap mabuk sering dimarahi yang menurut pelaku ini tidak wajar. Tapi keterangan dari pelaku ini masih kami dalami lagi,” sambung Iptu Sumarjaya.
 
Dugaan pelaku mengalami gangguan kejiwaan dan kemungkinan melakukan tes kesehatan mental pelaku, Iptu Sumarjaya mengaku, masih melihat kondisi yang ada. Jika kondisi pelaku sehat, tidak perlu dilakukan test kejiwaan terhadap pelaku. ”Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak hari in (Selasa,18/5),” tandasnya.
 
Sementara itu, dirumah korban suasana duka masih menyelimuti keluarga korban Wayan Purna. Pihak keluarga masih tak menyangka korban tewas dengan cara mengenaskan ditangan anaknya sendiri. Istri korban Wayan Purna yakni Nengah Pudak (65) terlihat masih sangat syok dan bertutur, selama ini antara ayah dan anak tersebut tidak pernah ada masalah serius. Salah satu anak korban yang juga adik pelaku, Made Darmawan mengaku masih syok dan mengaku tidak mengetahui persis peristiwa yang terjadi karena tinggal di Denpasar.
 
“Katanya ayah dan kakak saya melayat terus minum disana. Lalu ayah pulang, saat itu ibu masih tidur, tapi ibu tahu ayah sudah pulang. Tiba-tiba kakak datang membawa linggis dan sabit, lalu didengar ada ribut, keluarlah ibu saya,” cerita Darmawan.
 
Bahkan, Nengah Pudak sempat menasehati pelaku agar tidak marah-marah kepada ayahnya karena sudah tua. Nasehat ibunya tersebut tak digubris oleh pelaku dengan terus marah yang tidak diketahui oleh keluarga pangkal masalahnya.
 
Nengah Pudak sempat meminta sabit yang dibawa oleh pelaku, namun tidak diberikan oleh pelaku. Karena takut, istri korban pun berlari meminta pertolongan menuju ke rumah istri kedua korban yang berjarak 100 meter dari lokasi kejadian. Sayang, belum sempat meminta pertolongan, Nengah Pudak keburu pingsan di jalan karena ketakutan dan syok berat. Saat ini istri korban masih sangat syok atas peristiwa berdarah tersebut, karena sempat berusaha melerai peristiwa tersebut. “Saat semua datang ayah sudah dalam kondisi tergeletak. Saat ini ibu masih syok dan rencananya ayah dikubur dalam waktu dekat ini,” tandas Darmawan.
 
Sebelumnya, peristiwa pembunuhan sadis terjadi di Banjar Dinas Kayuputih, Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Senin (17/5) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Warga bernama I Wayan Purna (72) tewas dengan cara mengenaskan, kepala pecah akibat dihantam besi panjang. Pelakunya anak  kandungnya sendiri bernama Putu Gede  Darmika (50), Banjar Dinas Tukad Pule, Desa Sanggalangit. 
wartawan
Khairil Anwar
Category

Grab Dorong Inklusivitas Lewat Edukasi Bahasa Isyarat dan Rompi Khusus Mitra Tuli

balitribune.co.id | Denpasar - Memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, Grab Indonesia kembali menghadirkan semangat “Teman Setara: Satu Ekosistem, Semua Bisa Tumbuh” melalui rangkaian kegiatan bersama Mitra Pengemudi, Mitra GrabMerchant, pengguna, dan karyawan internal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Ramadhipa Siap Melesat, Jaga Asa Papan Atas Moto3 Junior Aragon

balitribune.co.id | Jakarta – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), M. Kiandra Ramadhipa, siap menghadapi putaran keenam FIM Moto3 Junior World Championship 2026 di MotorLand Aragón, Spanyol, 25–27 September 2026. Berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 80 poin, Ramadhipa bertekad memanfaatkan dua balapan di Aragón untuk terus bersaing di papan atas.

Baca Selengkapnya icon click

Sensatia Gandeng Seven Clean Seas Bersihkan 173 Kg Sampah di Pantai Padang Galak

balitribune.co.id | Denpasar - Sensatia berkolaborasi dengan Seven Clean Seas menyelenggarakan aksi bersih pantai di Pantai Padang Galak, Bali, pada Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini melibatkan 75 peserta yang terdiri dari masyarakat setempat dan karyawan Sensatia, yang bersama-sama mengumpulkan sekitar 173 kg sampah dari kawasan pesisir tersebut. Sampah yang terkumpul terdiri dari 41 kg sampah organik, 35 kg sampah plastik, dan 97 kg sampah residu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sengketa Tanah Subak Kerdung, Kuasa Hukum Sebut Ada BAP Palsu

balitribune.co.id | Denpasar – Babak baru persidangan sengketa tanah di Subak Kerdung, Pedungan, mengungkap sejumlah fakta di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (24/9/2026). Tim kuasa hukum terdakwa Anak Agung Ngurah Darmawan menilai kasus yang menimpa kliennya merupakan bentuk kriminalisasi yang diwarnai dugaan rekayasa dokumen dan BAP palsu.

Baca Selengkapnya icon click

Keluarga Berintegritas, Rumahku Surgaku

balitribune.co.id | Keluarga berintegritas tengah menjadi impian besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di dalam upaya mereka memberantas korupsi di tanah air. KPK beranggapan bahwa nilai-nilai antikorupsi perlu tumbuh dan dipraktikkan mulai dari keluarga karena keluarga merupakan lingkungan pertama tempat di mana seseorang belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.