Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Transaksi Digital Tumbuh 40,36 Persen, QRIS Tembus 69,32 Juta Pengguna

talenta unggul
Bali Tribune / FEKDI x IFSE 2026 mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional.

balitribune.co.id | Jakarta - Ekonomi dan keuangan digital (EKD) semakin dipandang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Untuk mengoptimalkan potensinya, sinergi kebijakan, inovasi teknologi, penguatan talenta digital, serta keamanan sistem pembayaran menjadi agenda utama Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).

Digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), 24–26 September 2026, FEKDI x IFSE 2026 mengusung tema “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional.”

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar. Nilainya disebut mendekati USD100 miliar pada 2025 dan diproyeksikan mencapai USD180–340 miliar pada 2030.

“Ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara,” kata Airlangga saat pembukaan FEKDI x IFSE 2026, Kamis (24/9).

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menekankan percepatan transformasi digital diperlukan di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya risiko digital. Menurut dia, transformasi digital harus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat.

“FEKDI x IFSE 2026 menjadi wujud nyata sinergi untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan digital melalui kebijakan yang berdampak, inklusif, dan terintegrasi,” ujar Destry.

Kinerja transaksi digital juga menunjukkan perkembangan pesat. Pada Agustus 2026, transaksi ekonomi keuangan digital tumbuh 40,36 persen secara tahunan menjadi 6,11 miliar transaksi.

Akseptasi QRIS terus meluas dengan jumlah pengguna mencapai 69,32 juta dan merchant 47,11 juta. Sementara transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi dengan nilai Rp1.346 triliun.

Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan teknologi baru. Inovasi harus tumbuh dalam ekosistem yang aman, inklusif, dan mampu memberikan manfaat bagi sektor ekonomi riil.

“Karena itu, inovasi harus tumbuh dalam ekosistem yang aman, inklusif, dan didukung sinergi yang kuat,” ujarnya.

FEKDI x IFSE 2026 juga dirangkai dengan Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Agenda tersebut memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, terutama dalam memantau perkembangan harga komoditas dan mengantisipasi gangguan pasokan.

Pada Agustus 2026, inflasi nasional tercatat 3,19 persen secara tahunan, sementara inflasi pangan bergejolak mencapai 4,06 persen.

Di sisi lain, digitalisasi daerah terus didorong untuk memperkuat konektivitas antarpelaku ekonomi dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data. Dalam rangkaian acara tersebut juga diumumkan pemenang TPID Awards 2026 serta penghargaan Championship TP2DD.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai digitalisasi harus berujung pada peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan.

“Digitalisasi adalah pintu masuk transformasi. Tapi transformasi tidak berhenti di digitalisasi,” kata Agus.

Selain kebijakan dan infrastruktur, FEKDI x IFSE 2026 memberi perhatian besar terhadap pengembangan talenta digital. Salah satunya melalui Program Pelatihan Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA) yang menjadi bagian dari Program Inovasi Digital Indonesia (PIDI).

Program tersebut diwujudkan melalui Digital Talent Expo yang mempertemukan talenta digital dengan otoritas dan pelaku industri. OJK juga menghadirkan Program Akselerasi OJK Infinity untuk memperkenalkan pengembangan ekosistem keuangan digital.

FEKDI x IFSE 2026 juga menghadirkan edukasi mengenai digitalisasi perlindungan sosial dan InaGOV, portal layanan digital bagi aparatur sipil negara.

Selama tiga hari penyelenggaraan, agenda FEKDI x IFSE 2026 mencakup seminar, talkshow, pameran inovasi teknologi, pengalaman digital, hingga sesi jejaring. Gelaran ini diarahkan menjadi ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, industri, dan kebutuhan masyarakat dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

wartawan
ARW
Category

Tangani Inflasi, Pemkot Depasar Fokus Stabilkan Harga Pangan

balitribune.co.id | Denpasar - Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin Rapat Teknis Penanganan Inflasi Kota Denpasar di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (22/9/2026). Rapat tersebut digelar sebagai langkah konkret Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di daerah.

Baca Selengkapnya icon click

OJK Buka Jalan Demutualisasi Bursa Efek, Kepemilikan Saham Dibatasi 5 Persen

balitribune.co.id | Jakarta - Struktur kepemilikan Bursa Efek di Indonesia memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan OJK Nomor 13 Tahun 2026 tentang Pemegang Saham Bursa Efek (POJK 13 Tahun 2026), yang menjadi dasar hukum pelaksanaan demutualisasi Bursa Efek.

Regulasi tersebut berlaku sejak diundangkan pada 17 September 2026. OJK menjelaskan penerbitan aturan itu melalui siaran pers, Senin (21/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

APBD Buleleng Defisit Rp200 Miliar, Pembangunan RSUD Dibiayai Lewat Pinjaman Daerah

balitribune.co.id | Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan skema pembiayaan melalui pinjaman daerah untuk mendukung revitalisasi dan pemenuhan sarana prasarana Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng. Kebijakan tersebut berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang diproyeksikan mengalami defisit lebih dari Rp200 miliar.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Antisipasi Banjir, Sedimentasi di Tukad Mati Kembali Dikeruk

balitribune.co.id |  Denpasar - Bencana banjir bandang yang terjadi tahun lalu, belantaran Tukad Mati Denpasar yang terparah. Memasuki musim hujan, Pemerintah Kota Denpasar bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melakukan pengerukan sedimentasi di alur Tukad Mati, Jalan Pura Demak I, Pemecuta kelod, Selasa (22/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.