balitribune.co.id | Bangli - Anggaran DAK Fisik Pendidikan sebesar Rp 16 miliar telah di transfer ke kas daerah. Sedangkan untuk proses pengerjaan kegiatan fisik akan mulai dilakukan pada bulan Juni atau bertepatan dengan libur sekolah.
Kasi Sarana Prasarana Disdikpora Bangli Ida Bagus Maha Arta mengungkapkan, tahun 2023 kabuaten Bangli mendapat kucuran DAK Fisik Pendidikan sebesar Rp 16 miliar. Angka ini lebih kecil dari tahun sebelumnya sebesar Rp 30 milair lebih. Anggaran sebesar Rp 16 miliar telah ditrasfer ke kas daerah.
“Anggaran sudah masuk ke kas daerah dan akan segera dibuatkan amprah agar anggaran secepatnya bisa masuk ke rekening sekolah,” ujarnya, Minggu (28/5).
Kata Maha Arta, agar jangan sampai kegiatan fisik yang berlangsung mengganggu proses belajar mengajar maka waktu pengambilan pekerjaan dilakukan libur sekolah. Disamping jika di satu sekolah ada rehab dua ruang belajar, maka untuk menyiasasti jangan sampai proses belajar mengajar meminjam tempat di sekolah lain maka dalam teknik pengambilan pengerjaan, pihak penyedia disarankan untuk fokus menuntaskan satu bangunan dan baru dilanjutkan mengerjakan bangunan lainnya. “Harapan kita kegiatan fisik tidak sampai menganggu pembelajaran siswa,” jelasnya.
Sebut Maha Arta, anggaran Rp 16 miliar untuk menunjang kegiatan fisik di 19 satuan pendidikan meliputi sekolah dasar (SD) menyasar 15 sekolah dengan anggaran Rp 11 miliar dan SMP sebanyak 3 sekolah dengan anggran Rp 3 milair serta PAUD sebesar Rp 800 juta. Disamping itu sisa anggaran diperuntukan juga untuk pemenuhan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK). “Sesuai juklak juknis kegiatan dikerjakan secara swakelola,” tegasnya.
Sementara untuk sumber dana dari APBD, kata Maha Arta tahun ini hanya untuk satu sekolah yakni kegiatan rehab ruang kelas di SDN 3 Yangapi, Kecamatan Tembuku dengan anggaran Rp 450 juta. Pengambilan pekerjaan dilakukan via tender.“ Kegiatan sudah tender dan diikut sebanyak 42 penyedia, tahapan di LPSE Setda Bangli sudah masuk masa sanggah,” ujarnya.