Diposting : 17 May 2020 19:50
Khairil Anwar - Bali Tribune
Bali Tribune / Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa.
balitribune.co.id | SingarajaSetelah dua pekan di isolasi, Desa Bondalem Kecamatan Tejukala kembali dibuka. Masyarakat di izinkan kembali melakukan kegiatan terbatas sebelum kondisi pulih seperti semula.
 
Sayang, ditengah upaya pemulihan Desa Bondalem, masyarakat dikejutkan dengan kabar satu warga di Kecamatan Seririt terpapar corona virus (Covid-19). Pasien berkode 51 diduga terpapar setelah berulangkali terlibat penjemputan pekerja migran Indonesia (PMI) ketempat karantina. Akibatnya, sebanyak 31 orang yang memiliki kontak erat dengan PDP 51 dilakukan rapid tes. Hasilnya, 14 orang dinyatakan reaktif dan kini tengah menjalani prosedur penanganan Covid-19 di RSP Giri Emas, Sawan.
 
Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Gede Suyasa membenarkan, satu PDP asal Kecamatan Seririt telah terkonfirmasi positif.  
Menurut Suyasa, puluhan orang yang ditracing dan sudah menjalani rapid tes terdiri dari keluarga dan rekan kerja PDP 51. Dan hasil rapid tes yang dilakukan menemukan 14 orang diketahui hasilnya reaktif. "Kita tinggal menunggu hasil swabnya. Dan kepada 14 orang tersebut kami minta untuk melakukan karantina mandiri dirumah masing-masing," jelas Suyasa Minggu (17/5).
 
Sebelumnya, PDP 51 mengeluh sakit setelah sering terlibat kegiatan penjemputan pekerja migran ketempat karantina. Sabtu (9/5) PDP 51 sakit dan sempat dirawat di ruang Jempiring RSUD Buleleng. Saat menjalani perawatan, PDP 51 memperlihatkan gejala terpapar Covid-19 sehingga dilakukan rapid test. Hasilnya reaktif dan kemudian dirujuk ke RSP Giri Emas, untuk menjalani test swab hasilnya dinyatakan positif terpapar Covid-19.
 
"Profilenya tidak bisa kami sebutkan. Yang jelas PDP 51merupakan pasien yang sebelumnya di rawat di RSUD Buleleng. Baik rapid maupun swabnya, semua positif," ungkap Suyasa.
 
Selain itu, Suyasa mengatakan, isolasi terhadap Desa Bondalem mulai Minggu (17/5) telah dibuka kembali dan kehidupan sehari-hari warga setempat tengah di pulihkan kembali.
"Bupati bersama aparat dari empat desa penyanding telah melakukan pertemuan untuk diberikan pengertian pasca isolasi, warga Desa Bondalem bisa diterima tanpa ada ke khawatiran," tandas Suyasa.