Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Video Penganiayaan Geng Remaja Putri Meresahkan, Polisi Sudah Kantongi Indentitas yang Terlibat

Video penganiayaan yang viral di media sosial

BALI TRIBUNE - Warga Gianyar  diresahkan oleh  aksi penganiayaan terhadap remaja putri olah sekelompok remaja putri lainnya.  Kejadian memalukan di Ubud itu kini beredar semakin luas di media sosial.  Syukurnya, aparat kepolisian langsung turun tangan memeriksa semua remaja putri  yang terlibat,  termasuk  pengunggah video. Dari informasi yang diterima Bali Tribune,  hingga Selasa (20/11),  kejadian yang terunggah secara luas di media sosial itu  terjadi Sabtu, 17 November 2018  lalu   di Banjar  Jukut Paku, Singakerta Ubud.  Kejadian terungkap setelah ada laporan dari Desak Putu S (15), seorang pelajar SMK asal Banjar Kelingkung, Desa Lodtunduh, Ubud  ke Mapolsek Ubud, Senin (19/11). Kejadian itu bermula dari percekcokan di media sosial kemudian saling tantang  berkelahi.   Awalnya,  pelapor Desak Putu S ingin membela temannya, yang mempunyai masalah  dengan  terlapor I Gusti  A terkait masalah laki-laki.  Pelapor  dan terlapor  lantas saling chating lewat  WhatsApp hingga terjadi kesalahpahaman. Tidak puas cekcok di WA,  pelapor dan terlapor lantas  saling tantang   berkelahi. Sabtu (17/11) sekitar pukul 14.00 Wita sepulang sekolah, pelapor dan terlapor bertemu di lokasi yang kondisinya memang sepi.  Namun sayang, perkelahian itu tidak seimbang karena terlapor mengajak kakaknya I Gusti Ayu ID serta  anggota geng yang mengaku dari anak- anak punk. Sementara pelapor hanya bersama  seorang temannya bernama W. Dalam posisi tidak seimbang, pelapor pun tidak bisa berbuat banyak. Saat bertemu, terlapor langsung menendang perut pelapor  lanjut  menarik rambut serta menampar pipi pelapor.  Setelah itu,   kakak  terlapor turun tangan  dan mengkrip leher pelapor dari arah belakang menggunakan tangan kanan sambil mengeluarkan kata-kata kasar terhadap korban sebagaimana terekam di video yang terunggah.  “Joh-joh cang ngendon ke gumi Ubud maan musuh enduk/Jauh-jauh ke wilayah Ubud dapat musuh lemah)”. Setelah puas, I Gusti A dan kakaknya serta teman temannya sekitar 6 orang pergi. Kapolsek Ubud, Kompol I Made Raka Sugita membenarkan laporan yang diterimanya itu, dan kini pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan  terhadap video yang mengunggah aksi kekerasan remaja putri tersebut. Disebutkan, penyelidikan  meliputi  identitas orang yang ada di video tersebut. Termasuk pula identitas sepeda motor dan mencari informasi kepada masyarakat. “Kejadian tersebut memang  terjadi di wilayah Ubud dan kami masih  mencari  terlapor dari kekerasan tersebut untuk dilakukan interograsi lebih lanjut,” jelasnya singkat. Tak hanya itu, pihaknya juga memastikan akan  memroses DE, remaja putri yang mengunggah video itu karena sudah menyebarkan video tersebut. “Masyarakat dalam menggunakan ataupun mengakses media sosial,  kiranya dapat sebaik mungkin dilakukan dengan bijak dan arif, tanpa merugikan pihak lain. Ketika ini menjadi suatu perbuatan hukum, maka dapat dilakukan penindakan. Namun apakah pengunggah ini bisa dikenakan atau tidak dikenakan Undang Undang ITE, kami masih menyelidiki,” paparnya.

wartawan
Redaksi
Category

Lomba Gong Kebyar Anak-Anak, Seniman Cilik Jembrana Adu Kreativitas

balitribune.co.id I Negara - Denting gamelan berpadu dengan gerak tari memenuhi panggung Arda Candra Pura Jagatnatha, Negara, sepanjang 16–19 Agustus 2026. 

Para seniman cilik dari lima kecamatan di Kabupaten Jembrana bergantian menunjukkan kemampuan dalam Lomba Gong Kebyar Anak-Anak yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-131 Kota Negara  sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Lomba Kreasi Pangan Lokal Buleleng Jadi Ajang Inovasi dan Penguatan Ekonomi

balitribune.co.id I Singaraja - Pemerintah Kabupaten Buleleng mendorong pemanfaatan pangan lokal melalui Lomba Kreasi Pangan Lokal 2026 yang digelar di lapangan parkir timur Kantor Bupati Buleleng, Kamis (20/8/2026). Kegiatan dalam rangkaian Buleleng Festival (Bulfest) ini diikuti 18 peserta dari pelaku usaha kuliner serta pelajar SMA/SMK jurusan tata boga.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mesin Pirolisis Molor Beroperasi karena Teknisi Asing Belum Datang

balitribune.co.id I Semarapura  - Mesin olah sampah berteknologi pirolisis di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba tidak kunjung beroperasi. 

Hal ini lantaran harus menunggu teknisi ahli dari luar negeri, sebelum nantinya mesin tersebut diuji coba dan dioperasikan. Sementara sampah residu yang tidak bisa diolah, saat ini kian menumpuk di TOSS Centre.

Baca Selengkapnya icon click

Anggaran Daerah Cekak, Pemkab Bangli Tunggu Regulasi Pusat Pengangkatan PPPK Jadi PNS

balitribune.co.id I Bangli - Wacana pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta peralihan PPPK paruh waktu menjadi Penuh Waktu membuat sumringah  para tenaga pendidik di Kabupaten Bangli.  

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.