Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Wali Murid Keluhkan Anaknya Diberi Tugas Jual Produk

DIKELUHKAN - Produk teh seduh yang diperintahkan oleh sekolah untuk dijual oleh para siswa SMK Negeri 1 Negara, dikeluhkan orangtua murid.

BALI TRIBUNE - Tugas praktek menjual produk yang diberikan oleh pihak sekolah terhadap siswanya kembali dikeluhkan oleh orang tua murid. Kali ini para siswa SMK Negeri 1 Negara kembali diberikan tugas oleh gurunya untuk memasarkan produk di masyarakat.  Namun karena dirasakan membebani dan memanfaatkan para siswa, sejumlah orang tua murid mengaku keberatan dengan tugas praktek ini. Tugas menjual produk tersebut juga dianggap menguntungkan pihak sekolah lantaran harga produk yang dijual para siswa ini juga lebih tinggi. Salah seorang siswa kelas XII SMK Negeri 1 Negara yang enggan disebutkan namanya ditemui saat menjajakan produk teh hitam, Selasa (7/8), mengaku ia dan siswa lainnya diberikan tugas oleh guru kewirausahaan di sekolah untuk memasarkan produk teh herbal yang memiliki kasiat kesehatan produksi salah satu perusahaan di Jawa Timur. “Setiap tahun memang ada tugas menjual produk, dulu susu kedelai dan sekarang teh herbal ini,” ungkapnya. Menurutnya, tugas menjual produk teh ini merupakan tugas untuk pelajaran kewirausahaan di sekolahnya. Setiap siswa diberikan masing-masing 4 slot yang berisikan 16 kotak produk teh seduh kemasan 40 gram dengan harga jual Rp 15 ribu per kotak. “Untuk dapat nilai 100 kami harus melalui 3 tahap, ada home training mengikuti sosialisasi, lalu pemasaran produk dan test interview. Kami sekarang dikasi 1 minggu untuk menjual produk ini. Jadi pulang sekolah kami harus jualan,” tuturnya. Gurunya menjanjikan memberikan fee Rp 1.500 per kotak dari hasil penjualan dan siswa juga mendapat sertifikat. “Ini kerjasama sekolah dengan lembaga Tamaganda Entrepreneur Kosultan dari Surabaya,” tandas siwa jurusan Akutansi ini. Sejumlah orang tua siswa juga ikut kelimpungan dengan tugas ini, selain ada yang membeli sendiri dagangan yang dijajakan anaknya, juga ada yang ikut membantu memasarkannya. Mereka mengeluh terhadap tugas para siswa yang dinilai menguntungkan pihak tertentu. “Kalau seperti ini kan sama dengan menjadi salles produk yang dipasarkan sekolah, harganya juga kalo dicek di online hanya Rp 11 ribu, tapi dijual Rp 15 ribu per kotak,” ungkap salah seorang wali murid.  Wali murid lainnya menganggap praktek ini tidak mendidik jiwa kewirausahaan. "Seharusnya dapat membatu orang tua di rumah, malah anak kami pulang sekolah disuruh jualan keliling. Kalau kami protes ke sekolah, pasti anak kami yang kena lagi. Kalau menciptakan entrepreneur tidak semestinya menyuruh siswa menjajakan produk. Siswa seharusnya dididik menjadi pelaku usaha yang menciptakan lapangan kerja, seperti membuat model usaha atau membuat suatu produk yang inovatif. Ini malah disuruh berjualan produk pihak lain. Mending memasarkan karya produk kreatif yang mereka buat sendiri,” stutur orang tua murid yang enggan disebutkan namannya.  Sejumlah orang tua murid menyayangkan tugas yang diberikan sekolah ini. “Kasihan. Orang tua tidak butuh fee 10 persen dari hasil penjualan. Kami masih bisa memberikan anak kami uang saku. Kami hanya ingin anak kami belajar, kalaupun praktek seharusnya mereka disuruh berinovasi menciptakan produk kreatifnya sendiri,” tandasnya. Kepala SMK Negeri 1 Negara I Putu Wardana mengatakan kewirausahaan merupakan salah satu materi pelajaran produktif di SMK dan penjualan produk teh oleh siswanya itu merupakan tugas praktek bagi siswa kelas XI dan XII. “Itu tugas praktek penjualan dan salah satu kompetensi untuk mendidik para siswa memasarkan barang, bagaimana mereka bisa merayu konsumen,” ujarnya.  Ia membantah tugas itu dikatakan untuk mengejar keuntungan. “Ini non profit dan tidak mesti harus habis. Ini sudah ada MoU, kita tidak ada motivasi cari untung. Untungnya juga untuk siswa. Sudah disosialisasikan kepada para siswa, tapi kalau seperti ini siswa kami yang salah menyampaikannya. Dan memang tidak boleh dijual kepada orang tuanya,” tandasnya.  

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Beresiko Tinggi, 50 Pemandu Arung Jeram Bali Ikuti Sertifikasi Kompetensi

balitribune.co.id I Gianyar - Sebanyak 50 pemandu arung jeram (rafting guide) mengikuti Sertifikasi Kompetensi Kerja Bidang Kepariwisataan  2026 Sabtu-Minggu (16-17/5/2026) di Jalur Sungai Ayung, Ubud. Kualitas pemandu wisata berisiko tinggi  ini diharapkan memiliki ketrampilan dengan standar keselamatan yang ketat.

Baca Selengkapnya icon click

38 Koperasi Merah Putih di Bali Siap Beroperasi, Ditargetkan Capai 120 Unit pada Juli 2026

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Provinsi Bali mencatat sebanyak 38 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah siap beroperasi di berbagai wilayah Bali. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 120 koperasi hingga akhir Juli 2026. 

Hal itu disampaikan Wayan Koster saat menghadiri Peresmian Operasionalisasi 1.061 KDKMP secara virtual dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu (16/5/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

DPRD Bali Soroti Dugaan Jual Beli Izin Sapi, Kresna Budi Minta Sistem Kuota Dihapus

balitribune.co.id I Singaraja - Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, IGK Kresna Budi, mendesak Pemerintah Provinsi Bali segera mengevaluasi bahkan membekukan sistem kuota pengiriman sapi Bali menyusul adanya dugaan praktik jual beli izin pengiriman sapi oleh oknum tertentu.

Menurut Kresna Budi, praktik tersebut sangat merugikan peternak dan pengusaha kecil karena biaya tambahan yang muncul membuat mereka sulit bersaing dengan pemodal besar.

Baca Selengkapnya icon click

Pantai Legian Dinilai Kumuh, Bupati Badung Siapkan Penataan Kawasan Samigita

balitribune.co.id | Mangupura - Kondisi kawasan Pantai Legian yang dinilai masih semrawut dan kumuh menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan penataan kawasan pantai di wilayah Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita) akan dilakukan secara bertahap guna mengembalikan daya tarik pariwisata Bali selatan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Karangasem Meningkat Dua Kali Lipat

balitribune.co.id I Amlapura - Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan dua kali lipat dari tahun sebelumnya. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem mencatat total kasus gigitan HPR utamanya anjing liar yang ditangani seluruh Posko Rabies Centre (PRC) yang ada di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Karangasem dari Bulan Januari hingga April 2026 mencapai 3.379 kasus gigitan.

Baca Selengkapnya icon click

Curi Bokor Perak, Wanita Asal Desa Sakti Nusa Penida Diciduk Polisi

balitribune.co.id I Semarapura - Tim Jalak Nusa Unit Reskrim Polsek Nusa Penida berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian barang-barang sakral berupa bokor, dulang, dan kapar yang terjadi di wilayah Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Minggu (17/5/2026). 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.