Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Waspada, Inflasi Bali di Atas Nasional

Bali Tribune / ILUSTRASI (ist)

balitribune.co.id | Denpasar - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra) pada Jumat (15/3). Rakorwil ini mengangkat tema "Penguatan Kelembagaan Pangan di Daerah (BUMD/Koperasi) untuk Pengendalian Inflasi dan Mendorong Kerja Sama Antar Daerah (KAD) di Wilayah Balinusra".

Acara Rakorwil dihadiri oleh pejabat Kementerian Dalam Negeri, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Asisten Perekonomian Provinsi NTT, Kepala Biro Perekonomian NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, NTT, dan NTB, serta perwakilan dari Paiketan Perumda Pangan Bali dan TPID dari seluruh Bali.

Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah (PPUPD) Ahli Utama Kementerian Dalam Negeri, Rolekson Simatupang, menyampaikan bahwa pengendalian inflasi di Bali, NTB, dan NTT masih memerlukan peningkatan, mengingat tingkat inflasi di wilayah tersebut masih lebih tinggi daripada tingkat nasional. Monitoring dan evaluasi secara rutin diperlukan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Beberapa aspek dapat dioptimalkan, termasuk penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung transportasi pangan.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menekankan pentingnya kerja sama antardaerah dalam pengendalian inflasi karena ini merupakan tugas bersama. Dewa Indra juga menginformasikan bahwa potensi panen padi di Bali pada bulan April diperkirakan cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pangan di Bali.

Lebih lanjut, Dewa Made Indra menyebut bahwa Provinsi Bali telah memiliki Paiketan Perumda Pangan Bali yang berperan penting dalam pengendalian inflasi. Dia mendorong agar setiap kabupaten/kota memiliki Perumda Pangan yang dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa target inflasi untuk tahun 2024 adalah 2,5±1%. Oleh karena itu, Balinusra perlu mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi potensi risiko inflasi. 

Erwin juga menyoroti beberapa tantangan di awal tahun, seperti rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dari Januari hingga April, peningkatan permintaan selama musim liburan, penurunan produksi komoditas pangan, kenaikan harga pangan akibat cuaca, dan masalah biaya input pertanian yang semakin tinggi.

"Rakorwil Balinusra bertujuan untuk mencapai kesepakatan dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kelembagaan BUMD Pangan yang memiliki peran strategis dalam mengendalikan inflasi daerah," tuturnya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, GA Diah Utari, menyoroti bahwa volatilitas inflasi bulanan di Balinusra semakin rendah, tetapi tekanan inflasi pada bulan Februari cukup tinggi, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang masih di atas 5%. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sinergi program pengendalian inflasi untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi tahunan bahan makanan di bawah 5%. Utari juga menekankan pentingnya 4K dalam pengendalian inflasi, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi rantai pasok, dan komunikasi yang efektif.

Rakorwil Balinusra menyimpulkan beberapa langkah tindak lanjut, termasuk meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi melalui operasi pasar, kerja sama dengan daerah penghasil komoditi, gerakan tanam, peningkatan belanja tak terduga, dan dukungan transportasi dari APBD.

"Selain itu, akan didorong pembentukan atau penguatan kelembagaan seperti Perumda/BUMD/BUMDes/Koperasi di sektor pangan serta meningkatkan kerjasama antar daerah dalam KAD," ucap Diah Utari.

wartawan
ARW
Category

Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Kargo Gilimanuk

balitribune.co.id I Negara - Arus mudik yang baru saja usai, menyisakan persoalan pelik di pintu gerbang Pulau Bali. Puluhan kilometer antrean kendaraan tak hanya meninggalkan jejak lelah, tetapi juga “warisan” berupa tumpukan sampah yang terkumpul kawasan Terminal Kargo hingga jalan-jalan lingkungan di Kelurahan Gilimanuk.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Terseret Truk Sejauh 7 Meter, Nenek Meninggal di Tempat

balitribune.co.id I Tabanan - Seorang nenek berusia 77 tahun, Ni Nengah Wasti, di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan meninggal dunia di tempat setelah tertabrak dan terseret truk sejauh tujuh meter pada Senin (23/3/2026) pagi.

Peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah menyeberang jalan di kawasan permukiman penduduk, tepatnya di lingkungan Banjar Bantiran Kelod, sekitar pukul 05.30 Wita.

Baca Selengkapnya icon click

Berikan Penghargaan Tertib Administrasi, Wabup dan Ketua WHDI Badung Serahkan Akta Kematian

balitribune.co.id | Mangupura - Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menunjukkan komitmen pelayanan publik yang responsif dan humanis dengan melayat ke rumah duka almarhum Sang Bagus Nyoman Arka di Jalan Poppies Line II, Gang Ronta, Banjar Pering, Kuta, Senin (23/3/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mengenal Tradisi Mbed-Mbedan di Desa Adat Semate Badung, Layaknya Tarik Tambang Tapi Talinya 'Bun Kalot'

balitribune.co.id I Mangupura - Mengawali hari Ngembak Geni atau sehari setelah Hari Raya Nyepi, warga Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kabupaten Badung, Bali, menggelar tradisi Mbed-Mbedan, Jumat (20/3/2026). Tradisi unik yang menyerupai permainan tarik tambang ini diikuti dengan antusias oleh puluhan warga dari berbagai kalangan usia.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.