balitribune.co.id | Amlapura - Mengantisipasi masuk dan menyebarnya Virus Super Flu di Bali, khususnya di Kabupaten Karangasem, Dinas Kesehatan Karangasem bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan atau (KKP) Pelabuhan Padang Bai, memperketat pemantauan mobilitas warga dari dan menuju Bali melalui pintu Pelabuhan Padang Bai.
Utamanya pemantauan mobilitas ribuan wisatawan asing yang menggunakan jasa penyeberangan Fast Boat atau kapal cepat yang tiba di Pelabuhan Rakyat Padang Bai atau calon penumpang yang akan menyeberang menuju Gili Trawangan, Lombok, NTB.
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, kepada awak media, Rabu (14/1) menegaskan, pihaknya sudah menerima Surat Edaran (SE) dari Pemerintah Pusat terkait kesiap siagaan dan pencegahan masuknya Virus Super Flu ke Bali utamanya ke Kabupaten Karangasem.
Hal itu kemudian ditindak lanjuti dengan mengeluarkan edaran kepada seluruh Fasilitas Kesehatan (faskes) yakni seluruh Puskesmas di Karangasem, Rumah Sakit dan Kantor Kesehatan Pelabuhan terkait langkah antisipasi dan tata laksana penanganan kasus, jika ditemukan adanya warga lokal atau wisatawan asing yang memiliki gejala mirip Super Flu.
Dijelaskannya, Super Flu itu adalah Influenza tipe A3N2, salah satu penyakit influenza virus A yang sering menjadi wabah Flu musiman. Jadi memang penyebarannya dikenal cukup cepat namun Fatalitas Ratenya rendah. Artinya virus ini cepat menyebar namun fatalitasnya tidak separah seperti Covid 19.
Jadi lanjut dia, pada umumnya gejala jika terserang virus Flu ini diantaranya demam, sakit tenggorokan atau kalau yang lebih parah bisa sampai sesak napas. Dan pada umumnya penularannya melalui dropret jadi percikan dari waktu bersin, bicara atau saat kontak langsung dengan benda-benda yang sudah tercemar dengan virus ini.
Pihaknya juga mendorong diaktifkannya lagi ruang isolasi di Pelabuhan Padang Bai, sementara untuk antisipasi pihaknya juga telah memastikan kesiapan ruang isolasi di RSUD Karangasem. Namun demikian, dinas kesehatan mengimbau warga untuk tidak khawatir berlebihan, namun tetap melakukan langkah pencegahan dengan mengenakan masker saat berada di keramaian serta rajin mencuci tangan dengan sabun.