balitribune.co.id | Singaraja - Komitmen untuk menumbuhkan budaya keselamatan berkendara (safety riding) sejak dini terus digalakkan oleh Astra Motor Bali. Bertempat di SMAN 1 Banjar pada Jumat (21/8/2026), Astra Motor Bali menggelar kegiatan sosialisasi safety riding yang diikuti oleh sebanyak 150 siswa kelas 10.
Dalam kegiatan edukasi tersebut, materi berfokus pada pentingnya penggunaan perlengkapan berkendara (riding gear), terutama helm, yang wajib digunakan dalam setiap perjalanan, baik jarak jauh maupun dekat.
Safety Riding Instructor Astra Motor Bali, Yosepth Klaudius, menekankan bahwa kebiasaan mengabaikan helm pada perjalanan jarak dekat masih sering ditemukan di kalangan pelajar dan masyarakat umum.
"Banyak pengendara yang menganggap remeh berkendara jarak dekat, seperti hanya pergi ke toko di sekitar rumah atau sekolah, sehingga tidak memakai helm. Padahal, risiko benturan dan kecelakaan dapat terjadi kapan saja tanpa melihat seberapa jauh jarak yang ditempuh. Menggunakan helm standar SNI yang terpasang dengan benar (klik) adalah perlindungan dasar yang mutlak untuk menjaga keselamatan kepala," ungkap Yosepth Klaudius di hadapan para siswa.
Melalui kegiatan ini, para siswa kelas 10 SMAN 1 Banjar diajak untuk memahami prinsip dasar berkendara yang aman, disiplin berlalu lintas, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.
Melalui semangat kampanye #Cari_Aman, Astra Motor Bali berharap para generasi muda tidak hanya menerapkan kebiasaan berkendara yang aman bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi agen pelopor keselamatan lalu lintas di lingkungan keluarga dan sekolah.