Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

GHE Dorong GM Hotel Lokal Kantongi Sertifikat Internasional

Yoga Iswara (kiri), I Made Ramia Adnyana

BALI TRIBUNE - Pelaku industri pariwisata Bali khususnya di sektor perhotelan dan villa telah merancang strategi bisnis untuk tahun 2019 mendatang. Pasalnya ketatnya persaingan di sektor tersebut mendorong Global Hospitality Expert (GHE), sebuah lembaga kepariwisataan yang bergerak pada pelatihan dan sertifikasi internasional serta pembangunan/pengembangan destinasi meningkatkan kemampuan sumber daya manusia.  President Director GHE, Yoga Iswara mengatakan, GHE sebagai mitra kerja akademis internasional dari American Hotel & Lodging Educational Institute (AHLEI) dan satu-satunya di Indonesia yang memiliki banyak program kerja dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya perhotelan dan kepariwisataan. "Berdiri sejak 2017 lalu. Dalam kegiatan seminar ini sekaligus dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan (inauguration) bagi peserta pelatihan dan sertifikasi internasional yang berhasil meraih gelar keahlian Certified Hotel Administratior (CHA) yang berkompetensi internasional, serta mendapat pengakuan keahlian di seluruh dunia," katanya saat seminar "2019 Economic Outlook for Tourism Business" yang dikaitkan dengan peringatan Hari Pariwisata Sedunia di Hotel Sovereign, Tuban, Badung, Sabtu (29/9). Dia menyebutkan, tahun ini GHE berhasil mencetak 20 orang untuk program CHA yang merupakan para general manager (GM) hotel. Hal ini awal yang bagus, mengingat kunci dari pariwisata adalah service dari SDM yang mumpuni. "Jadi bagaimana kita memiliki SDM berkualitas, itulah yang menjadi goal kita bersama. GHE hadir untuk bagaimana penguatan SDM terutama pariwisata di Bali agar diakui secara internasional," tegas Yoga.  Disebutkan, dari 20 orang tersebut, 19 orang adalah GM lokal dan 1 GM dari India untuk program CHA di Bali ini. “Nah hal inilah yang ingin kami kembangkan, bahwa para GM lokal juga memiliki kemampuan bisa bersaing dan memiliki taraf global,” cetusnya.  Dikatakan Yoga, sejak pertama berdiri,  sekitar 60 GM yang bergabung, padahal di Bali banyak hotel bahkan jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan. "Walaupun masih minim, yang penting sudah ada digaungkan. Mungkin banyak GM yang berada pada zona nyaman dengan posisinya. Sementara tantangan menghadapi MEA yang kompleks sudah jelas-jelas di depan mata," bebernya.  Sementara itu, Komisaris GHE, I Made Ramia Adnyana menyatakan jika tahun 2019 semakin dekat. Sebagaimana misi suatu perusahaan agar selalu dapat menyiapkan yang terbaik untuk kedepannya dan menghasilkan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Begitu pula setiap pimpinan perusahaan harus senantiasa berpikir strategis dalam menyusun business plan dengan analisa-analisa yang komprehensif dan holistik. Namun diperlukan resources yang tajam, terkini dan valid untuk mendukung pengambilan keputusan terhadap langkah dan strategi yang akan diterapkan kedepannya. "Untuk itu GHE menghadirkan strategic workshop untuk memenuhi kebutuhan para pengambil keputusan agar mendapatkan referensi yang tepat," imbuhnya.  Ramia menyebutkan, industri pariwisata di Indonesia belum tergarap secara baik hingga ke hilir dan merata di seluruh Indonesia sehingga sangat mendesak dilakukan langkah-langkah konkrit di level bawah yang menyentuh langsung para pelaku usaha.  "Kami dari GHE berusaha semaksimal mungkin mengambil peran yang belum atau tidak sempat ditangani para stakeholder lainnya. Harapannya adalah SDM kita dapat berbuat banyak sebagai key player dan business leader yang dapat diperhitungkan secara internasional," jelas Ramia.  Ditambahkan pula dengan kondisi di Indonesia yang akan menghadapi tahun pesta demokrasi secara nasional pada 2019, pelaku industri harus jeli meraih peluang dan juga mengantisipasi kemungkinan tantangan yang dapat mempengaruhi kondisi bisnis saat itu. Khususnya di Bali, karena industri pariwisata merupakan leading sector sebagai motor penggerak perekonomian dan pembangunan daerah patut diproteksi dengan baik serta diperjuangkan terus untuk menjadi industri yang tangguh dan semakin bermanfaat kedepannya.  “Pariwisata adalah suatu industri yang fragile, sangat rentan terhadap segala isu atau kejadian-kejadian negatif dari segala aspek baik ekonomi, sosial, budaya, politik, keamanan, force majeur dan lainnya. Kita tidak khawatir berlebihan atau bahkan ketakutan menghadapinya, tapi sebaliknya bahwa kita selalu siap dengan berbagai strategi yang multiapplied sehingga bisnis tetap bisa berjalan tanpa harus dihantui management by crisis," imbuhnya. 

wartawan
Ayu Eka Agustini

Tanah Lot Art and Food Festival VII Digelar Akhir Agustus 2026

balitribune.co.id I Tabanan – Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot bersiap menggelar Tanah Lot Art and Food Festival VII yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Agustus 2026.

Festival tahunan ini dirancang untuk menghadirkan perpaduan harmonis antara pertunjukan seni budaya, hiburan rakyat, serta sajian kuliner khas Bali yang melibatkan langsung para pelaku UMKM lokal.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Wilayah Dawan, Picu Kerusakan Bangunan hingga Jalan Longsor

balitribune.co.id I Semarapura - Cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung sejak Minggu malam (26/7/2026) pukul 23.00 WITA hingga Senin pagi (27/7/2026) pukul 05.00 WITA.

Peristiwa alam tersebut memicu sejumlah kerusakan bangunan warga hingga bencana tanah longsor di beberapa titik.

Baca Selengkapnya icon click

Urai Kemacetan Kawasan Wisata, Pemkab Badung Ground Breaking Proyek Infrastruktur Senilai Rp2,9 Triliun

balitribune.co.id I Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung resmi memulai mega proyek infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan di kawasan wisata. Langkah ini ditandai dengan seremoni Ground Breaking Pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan Shortcut Berawa–Umalas–Kedampang–Teuku Umar Barat dengan total anggaran mencapai Rp 2,9 triliun.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Bapenda Buleleng Genjot Pajak PBB-P2, Targetkan Realisasi 75 Persen di Bulan September

balitribune.co.id I Singaraja - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Buleleng tengah melakukan upaya ekstra untuk mengejar target Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun anggaran 2026. Hingga akhir Juli, realisasi PBB-P2 baru menyentuh angka 27,91 persen atau sekitar Rp8,3 miliar dari target total Rp30 miliar.

Baca Selengkapnya icon click

DPC PDI-P Bangli Gelar Seminar 30 Tahun Tragedi “Kudatuli”

balitribune.co.id I Bangli - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Bangli menggelar seminar serangkaian memperingati 30 tahun peristiwa kerusuhan 27 juli 1996 (Kudatuli) pada Senin (27/7/2026). Kegiatan seminar yang berlangsung di kantor DPC  PDI-P Bangli menghadirkan narasumber I Nyoman Prabu Rumiartha SH.MH.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.