Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Jatuh dari Tebing Pencinta Bonsai Sekarat

Bali Tribune / Proses evakuasi korban Putu Wira Subagia (43)yang terjatuh ke jurang kedalaman 10 meter di Desa Jimbaran, Kuta Selatan, Selasa (7/4)
balitribune.co.id | Jimbaran - Naas menimpa Putu Wira Subagia (43). Warga Jalan Imam Bonjol Gang Air Ancur, Denpasar ini terjatuh ke jurang kedalaman 10 meter di Desa Jimbaran, Kuta Selatan, Selasa (7/4) pukul 12.45 Wita. Akibat kejadian itu, kondisinya kritis dan saat ini mendapat perawatan intensif di RS Wangaya Denpasar.
 
Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari warga masyarakat yang mengetahui pertama kali kejadian itu. Warga sempat mendengar orang teriak minta tolong saat hendak terjatuh ke jurang. Berdasarakan laporan tersebut, lima personil dari Basarnas Bali diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
 
Saat petugas turun di dasar jurang, korban masih dalam keadaan sadar namun diduga alami cidera serius yang membuat kondisinya kritis. "Korban hanya duduk dan tidak bisa berdiri. Dengan hati-hati korban dipindahkan ke tandu spinal dan dievakuasi menuju ambulance," tuturnya. 
 
Proses evakuasi sempat memakan waktu karena tempat kejadian diketahui terjal dan bebatuan. Korban mengalami patah tulang. Penanganan untuk korban yang mengalami patah tulang atau cedera tulang belakang memerlukan teknik pemindahan khusus dengan menggunakan tandu spinal, agar tidak memperparah bangian yang cedera. "Ia masih bisa diajak berkomunikasi dan sempat berucap bahwa motor miliknya masih terparkir di Pura Tegeh Sari. Sementara posisi kejadiannya sekitar 50 meter dari tempat tersebut," ungkapnya.
 
Belum dapat dipastikan korban jatuh dari ketinggian berapa karena tidak ada saksi mata yang melihat. Namun keterangan dari korban sendiri ia jatuh dalam posisi duduk. Korban diduga terpelesat saat mencari bunga bonsai di tebing. "Dia mengaku bahwa di TKP dia mencari tanaman bonsai. Ia suka menanam bunga Bonsai. Tiba-tiba terpeleset dan terjatuh ke dalam jurang," jelas Darmada.
 
Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Sooai yang dikonfirmasi mengatakan korban diduga kuat terjatuh dari tebing itu. "Diduga korban jatuh dari tebing. Di TKP (tebing - red) nihil ditemukan darah," katanya.
wartawan
Bernard MB.
Category

Cuma Desa Tanpa TPS3R yang Boleh Kirim Sampah Organik

balitribune.co.id I Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar mulai memperketat alur pembuangan sampah ke TPA Suwung. Sampah organik kini hanya diizinkan masuk ke TPA dua kali seminggu, khusus bagi desa atau kelurahan yang belum memiliki fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Baca Selengkapnya icon click

Menteri LH: 60 Persen Warga Denpasar Sudah Disiplin Pilah Sampah

balitribune.co.id I Denpasar - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, memberikan apresiasi tinggi atas kemajuan signifikan tata kelola sampah di Kota Denpasar dan Provinsi Bali. Hal tersebut disampaikan saat meninjau TPST Kesiman Kertalangu, Jumat (17/4/2026), bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Gerakan Badung Peduli Sambangi Warga Disabilitas di Desa Kutuh

balitribune.co.id I Mangupura - Kepedulian dan kebersamaan terus ditunjukkan melalui kegiatan sosial Gerakan Badung Peduli yang digelar di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menyasar warga yang membutuhkan perhatian khusus sebagai bentuk komitmen sosial pemerintah setempat.

Baca Selengkapnya icon click

DPRD Badung Dorong Insentif Petugas Kebersihan di Tengah Darurat Sampah

balitribune.co.id I Mangupura - DPRD Badung mendorong pemerintah daerah memberikan insentif kepada petugas kebersihan yang terlibat langsung dalam penanganan darurat sampah. Dorongan ini muncul seiring meningkatnya beban kerja petugas di lapangan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perbaiki 37 Titik Kerusakan Akibat Bencana 2026, Perkim Badung Siapkan Rp 11,77 Miliar

balitribune.co.id I Mangupura - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Badung menyiapkan anggaran lebih dari Rp 11,77 miliar untuk memperbaiki puluhan titik kerusakan infrastruktur akibat bencana alam pada 2026.

Sebanyak 37 titik kerusakan menjadi prioritas penanganan. Perbaikan mencakup jalan rusak, senderan jalan, hingga sistem drainase di sejumlah wilayah.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.