balitribune.co.id | Gianyar - Hampir dua pekan ini Dinas PUPR melakukan investigasi terhadap jembatan di Banjar Dauh Labak, Desa Singakerta, Ubud. Investigasi dilakukan guna mencari penyebab ambrolnya bagian tengah jembatan dan kemungkinan bisa digunakan lagi dengan perbaikan darurat.
Kabid Bina Marga PUPR Gianyar, Made Astawiguna, Kamis (19/10/2023) menjelaskan sampai saat ini masih dilakukan investigasi. Namun secara umum, secara kekuatan jembatan masih memadai, sehingga hanya perlu dilakukan perbaikan darurat. "Investigasi belum selesai, namun bisa disimpulkan kekuatan jembatan tersebut masih memadai dan hanya dilakukan perbaikan," jelas Astawiguna.
Selain menambal bagian yang berlubang, juga akan dilakukan penataan kembali terowongan jembatan pada alas/dasar dan dinding jembatan. Astawiguna juga menjelaskan akan menunjuk rekanan dimana proyeknya dilakukan dengan cara penunjukan langsung (PL). Hal ini karena volume pekerjaan kecil dan biaya diperkirakan tidak lebih dari Rp 200 juta. "Ini masih mencari rekanan yang akan menggarap perbaikan, polanya PL karena estimasi anggaran di bawah Rp 200 juta. Dipastikan, jembatan tersebut bisa selesai di Tahun 2023 ini. Begitu selesai perhitungan RAB dan tandatangan kontrak, langsung dikerjakan. Tidak ada proses tender, langsung kerja," jelasnya.
Sebelumnya, jembatan tersebut jebol karen lebar antar ujung berbeda dan kondisi lantai dalam terowongan tidak rata. Kondisi ini menyebabkan ketika hujan lebat dengan volume air yang besar ditambah adanya sampah yang tersumbat dalam terowongan, menyebabkan pengikisan di dinding terowongan. Sedangkan kekuatan jembatan, sesuai dengan lingkup adalah jalan kabupaten, berat kendaraan yang melintas maksimal dengan JBB 8 ton. "Dari analisis, jembatan bisa dilalui kendaraan sampai 20 ton. Namun karena merupakan jalan kabupaten, maka kendaraan yang melintas maksimal JBB 8 ton," harapnya.