balitribune.co.id I Mangupura - Penyelesaian proyek jaringan pipa bawah laut di Kabupaten Badung masih menunggu satu izin krusial terkait pemanfaatan jalan nasional. Meski pemasangan pipa telah mencapai kawasan Bypass Ngurah Rai, proses akhir belum dapat dilakukan sebelum izin koneksi diterbitkan.
Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama I Wayan Suyasa mengatakan saat ini progres fisik proyek telah berjalan signifikan. Namun, pihaknya harus memastikan seluruh tahapan sesuai ketentuan, terutama pada titik pekerjaan yang berada di jalur jalan nasional.
"Pipa sudah terpasang sampai kawasan tol dan Bypass Ngurah Rai. Saat ini kami menunggu izin koneksi pada pipa di jalan nasional, karena pengerjaan harus dipastikan tidak merusak infrastruktur jalan," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses perizinan tersebut cukup kompleks karena melibatkan banyak pihak dan terpusat di pemerintah pusat. Tercatat, sedikitnya 24 instansi terlibat dalam koordinasi untuk memastikan proyek berjalan sesuai regulasi.
Proyek pipa bawah laut ini merupakan kerja sama dengan pihak swasta dengan nilai investasi sekitar Rp100 miliar. Skema pembiayaan dilakukan secara bertahap selama dua tahun, dengan sistem pembayaran yang disesuaikan dengan volume air yang terdistribusi.
Selain proyek tersebut, PDAM Tirta Mangutama juga menyiapkan langkah jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih, salah satunya melalui pemanfaatan sumber air baku dari Tukad Mati.
Saat ini, izin pengambilan air yang dimiliki sebesar 300 liter per detik. Namun, pada musim hujan, kapasitas pengambilan direncanakan ditingkatkan hingga 1.000 liter per detik guna menambah pasokan sekaligus membantu mengurangi potensi banjir di kawasan Legian dan Seminyak.