balitribune.co.id I Gianyar - Keberadaan I Wayan Saja (56) warga Bentuyung, Ubud, Gianyar, akhirnya ditemukan pada hari kesebelas pasca dilaporkan hilang. Namun sayang, saat ditemukan di jurang sungai beji, korban sudah menjadi mayat dalam kondisi membusuk, Selasa (14/4/2026) petang.
Penemuan tersebut bermula saat keluarga korban yang dipimpin oleh I Nyoman Bukti bersama warga melakukan pencarian lanjutan sekitar pukul 17.00 Wita. Sekitar 500 meter dari rumah korban, mereka menemukan sandal yang diduga milik korban serta mencium bau tidak sedap yang mencurigakan. Setelah ditelusuri, sumber bau tersebut mengarah ke sungai. Di sana ditemukan sesosok jenazah yang kemudian dikenali sebagai anggota keluarga kami, ujar salah satu pihak keluarga di lokasi.
Jenazah ditemukan dalam kondisi yang telah mengalami pembusukan lanjut. Berdasarkan pengamatan di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan dalam posisi tengadah, bersandar pada batu di sisi sungai, dengan kedua tangan berada di belakang kepala dan kaki menekuk. Sebagian tubuh, khususnya kaki, berada di dalam air. Selain itu, kondisi jenazah menunjukkan tanda-tanda pembusukan seperti perubahan warna tubuh menjadi biru kecokelatan, pembengkakan, serta bau menyengat. Kulit di bagian wajah dan kepala juga tampak mengelupas, dan beberapa gigi ditemukan dalam kondisi terlepas.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Ubud bersama tim BPBD Kabupaten Gianyar langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Begitu menerima informasi, kami bersama tim langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Proses berjalan cukup hati-hati mengingat kondisi medan dan jenazah, ujar Kompol I Wayan Putra Antara.
Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 19.45 Wita. Setelah berhasil diangkat dari lokasi, jenazah kemudian dibawa ke setra (kuburan) Banjar Bentuyung Sakti untuk dimakamkan. Meski penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan secara medis, dugaan sementara menyebutkan korban kemungkinan terjatuh ke jurang pada 4 April 2026. Akibat luka berat dan tidak mendapatkan pertolongan dalam waktu lama, korban diduga meninggal dunia di lokasi sebelum akhirnya ditemukan. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih untuk tidak melanjutkan proses hukum.