balitribune.co.id I Badung - Setelah melalui masa sepi kunjungan wisatawan atau low season pada Januari hingga Maret 2026, saat ini pariwisata Bali sudah memasuki musim liburan bagi wisatawan asing. Pengelola kawasan pariwisata Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika mengatakan, mulai April, Mei dan seterusnya merupakan periode liburan turis asing ke Bali.
Pengelola kawasan pariwisata internasional inipun bersiap menyambut kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Nusa Dua. Pasalnya, mulai April pariwisata Bali masuk periode musim liburan untuk turis mancanegara.
Adanya konflik geopolitik global di Timur Tengah, diakuinya, pariwisata Bali khususnya kawasan Nusa Dua mendapat tambahan wisatawan. "Karena sudah memasuki bulan April wisatawan asing mulai liburan ke Bali. April (di kawasan Nusa Dua) sebagian besar wisatawan asing meskipun masih ada konflik geopolitik di negara lain," ujar Made Dwiatmika di Badung beberapa waktu lalu.
Kata dia, wisatawan Australia yang awalnya akan berwisata ke Eropa kini mengalihkan destiasinya ke Bali. Disebutkan Agus Dwiatmika sebanyak 300 ribu wisatawan Australia mengalihkan liburannya ke Bali untuk menghindari destinasi yang dekat dengan negara-negara berkonflik. "Beberapa mengalihkan tujuannya dari awalnya ke tempat konflik beralih menuju ke Bali itu juga membantu kita (di kawasan Nusa Dua)," katanya.
Pihaknya memprediksi pada April ini akan terjadi peningkatan okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di dalam kawasan pariwisata Nusa Dua menjadi rata-rata 70an persen. Mengingat pada April ini sebanyak 300 ribu wisatawan Australia mengalihkan perjalanan wisatanya ke Bali untuk menghindari destinasi di wilayah Timur Tengah dan sekitarnya. "Okupansi pada April ini di kawasan Nusa Dua akan melebihi periode masa libur Lebaran pada Maret 2026 yang tercatat rata-rata 68 persen. April ini target okupansi 70 persen," imbuhnya.