Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

42 Negara Bahas Masalah Kependudukan di Bali

KEPENDUDUKAN - Menteri Kesehatan Nila Moeloek (dua dari kiri) saat member penjelasan terkait konferensi internasional tentang kependudukan di Kuta, Selasa (18/9).

BALI TRIBUNE -  Sebanyak 42 negara di Asia dan Afrika berkumpul di Bali selama tiga hari, Selasa (18/9) hingga Kamis (20/9) dalam rangka Konferensi Inter Ministerial Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST). Isu yang dibahas adalah Kependudukan dan Pembangunan yang menjadi Agenda Tahun 2030. Kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) atau "Kerjasama Selatan-Selatan" (KSS) atau "kerja sama antar negara" dalam kependudukan dan pembangunan telah menjadi isu sangat penting dalam memperkuat kemitraan demi tercapainya tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).  Konferensi dibuka Menteri Kesehatan RI, Dr. Nila Moeloek. Dalam arahannya Nila Moeloek mengatakan, keterlibatan dalam bertukar pengalaman dan berbagi solusi antarnegara-negara berkembang untuk mengatasi masalah kependudukan dan pembangunan memungkinkan negara-negara tersebut untuk menerapkan percepatan dan kerja sama dalam mencapai pembangunan nasional berkelanjutan di negara masing-masing. Kerja sama Selatan-Selatan telah dirintis selama beberapa dekade terakhir, merupakan bentuk upaya Pencapaian Agenda SDGs 2030 dengan mempertimbangkan perkembangan lingkungan strategis sosial-budaya, politik dan ekonomi. "Ledakan kependudukan menjadi isu bersama negara-negara di kawasan ini. Itulah sebabnya isu ini menjadi isu bersama untuk segera mendapatkan penyelesaian," ujarnya. Hampir semua negara berkembang terlibat dalam KSS. KSS harus dilihat sebagai pelengkap kerja sama Utara-Selatan. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah sangat aktif dalam KSS di bidang kependudukan dan pembangunan. Sejak tahun 1980-an, Pemerintah Indonesia telah berbagi pengalamannya dalam bidang kependudukan dan keluarga berencana dengan negara-negara berkembang lainnya. Hingga saat ini, sekitar 5.100 pejabat dari 104 negara telah belajar melalui pertukaran dan peningkatan kapasitas. "Beberapa program kerja sama telah memberikan dampak positif pada pembangunan nasional di antara negara-negara berkembang," katanya. Keberhasilan pelaksanaan KSS dalam bidang kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan melalui berbagi pengalaman terbaik menjadi bahan acuan untuk pelaksanaan Konferensi Internasional tentang Program Aksi Kependudukan dan Pembangunan (ICPD), di antara negara-negara yang memiliki masalah serupa. Pada pertemuan ICPD@25 dan Konferensi Tingkat Tinggi KSS di Buenos Aires, Argentina, Maret 2019 (BAPA + 40) yang akan datang, para pembuat kebijakan dan kependudukan dan ahli pembangunan akan memastikan diskusi mendalam tentang memfasilitasi pembangunan sosial dan ekonomi, dengan mempertimbangkan pola kependudukan kunci, tren dan isu dan solusi inovatif.  KSST bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana yang akan diselengarakan 18-20 September di Bali Indonesia akan membahas isu-isu kependudukan dan pembangunan terkini yang mempengaruhi Agenda SDGs 2030. Selain itu, konferensi ini adalah sebagai sarana untuk berbagi pengalaman terbaik yang memungkinkan terjalinnya kerja sama antar negara-negara berkembang untuk mencapai hasil, dampak, dan jangkauan yang lebih besar dalam bentuk konsensus yang disepakati bersama. Konsensus tersebut akan dipresentasikan pada BAPA + 40.  "Beberapa isu yang dibahas antara lain isu-isu kependudukan dan pembangunan; seperti penduduk usia tua, kelahiran rendah; bonus demografi; pemuda, perdamaian dan keamanan; dan sensus penduduk 2020 dan data utama dengan pendekatan kerja sama KSST. Berbagi pengalaman terbaik antara negara-negara berkembang tentang isu-isu terkini untuk mencapai solusi yang lebih baik menjadi perhatian mereka bersama," ungkapnya.

wartawan
redaksi
Category

BNNK Gianyar Obok-Obok Kafe Remang-Remang, 111 Orang Jalani Tes Urine

balitribune.co.id | Gianyar - Tempat hiburan malam yang sering disebuat Kafe Remang-remang kembali diobok-obok. Kali ini Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar gandeng aparat gabungan. Seratus lebih pengunjung, pelayan hingga pengelola tempat tersebut diwajibkan jalani test urine. Hasilnya, seorang diyatakan positif mengandung metamfetamin.

Baca Selengkapnya icon click

Patroli Diperketat, Keamanan Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Perhatian

balitribune.co.id | Singaraja - Aktivitas di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, terus mendapat pengawasan kepolisian. Tingginya mobilitas masyarakat, pekerja, awak kapal, hingga pengguna jasa membuat aspek keamanan menjadi salah satu perhatian utama.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Dewan Bangli Kritisi Jalan Rusak hingga Utang PEN 

balitribune.co.id | Bangli - Rapat Paripurna DPRD Bangli yang digelar pada Jumat (25/9/2026) mengungkap RAPBD Bangli 2027 yang disampaikan pihak eksekutif tercatat senilai Rp1,32 triliun. Hal ini mendapat sorotan  DPRD Bangli. Rapat yang berlangsung secara maraton itu. dipimpin langsung Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika. 

Baca Selengkapnya icon click

Dua Rumah Terbakar, Kerugian Tembus Rp260 Juta

balitribune.co.id | Singaraja - Dua rumah warga di Kabupaten Buleleng terbakar dalam waktu berbeda pada Minggu (27/9/2026). Kebakaran terjadi di Dusun Galiran, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng, dan Banjar Dinas Padangbulia, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, kedua rumah mengalami kerusakan berat dengan total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp260 juta.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Mulai 1 Oktober 2026, Pelaporan Insidental Sektor Pasar Modal dan Bursa Karbon Wajib Lewat Sistem OJK

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat pengawasan sektor pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon melalui digitalisasi pelaporan. Mulai 1 Oktober 2026, penyampaian laporan insidental kepada OJK wajib dilakukan melalui sistem pelaporan yang terintegrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Transaksi Digital Tumbuh 40,36 Persen, QRIS Tembus 69,32 Juta Pengguna

balitribune.co.id | Jakarta - Ekonomi dan keuangan digital (EKD) semakin dipandang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru Indonesia. Untuk mengoptimalkan potensinya, sinergi kebijakan, inovasi teknologi, penguatan talenta digital, serta keamanan sistem pembayaran menjadi agenda utama Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.