Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Agar Tenang Bercocok Tanam, Belasan Warga Temukus Cek Kondisi Kawah Gunung Agung

erupsi
Warga Desa Temukus saat melakukan pendakian ke kawah Gunung Agung.

BALI TRIBUNE - Tidak ada penghasilan atau kegiatan untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah kembali dari lokasi pengungsian pasca terjadinya erupsi Gunung Agung, masyarakat di Desa Temukus mulai kelimpungan dan khawatir akan keberlangsungan hidup bersama keluarga mereka. Betapa tidak, sampai saat ini warga di lereng Gunung Agung ini masih trauma dan was-was untuk bercocok tanam dengan melihat kondisi Gunung Agung yang saat ini masih berada di level III dengan status siaga.

Sebagian warga lainnya ada yang sudah mulai membeli bibit sapi untuk dipelihara dan ada pula yang baru berencana untuk bercocok tanam alias menggarap kembali lahan sawah kering atau kebun mereka. Demi hanya untuk memastikan kondisi Gunung Agung sebelum memutuskan bercocok tanam, belasan warga Desa Temukus sampai harus melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung guna melihat kondisi kawah gunung yang disucikan umat Hindu di Bali itu.

Kendati belakangan video yang mereka abadikan ketika melakukan pendakian tersebut menjadi viral di Medsos, namun mereka tidak punya pilihan lain atau cara lain untuk memastikan jika kondisi Gunung Agung benar-benar aman untuk mulai bercocok tanam. Ada sebanyak 15 orang warga yang melakukan pendakian pada sekitar 24 April lalu, mereka berangkat pada pagi hari dan sampai di puncak gunung pada siang hari.

Warga yang melakukan pendakian tersebut mengaku tidak punya cara lain untuk memasitikan gunung benar-benar aman untuk mereka memulai bercocok tanam, meski setiap harinya mereka telah mendapatkan informasi mengenai kondisi Gunung Agung baik dari laporan Magma VAR atau dari laporan Pasebaya. Namun sayangnya informasi yang mereka terima hanya laporan gempa hembusan dan gempa lainnya, sementara bagaimana kondisi kawah sebenarnya tidak ada laporannya.

Menurut Wayan Sudiana, salah satu pendaki asal Desa Temukus menyebutkan jika saat melakukan pendakian dia dan rekannya sempat melakukan pengukuran terhadap kedalaman kawah saat ini. “Ya kita dengar kabar kalau kawah Gunung Agung sudah hampir penuh, ini membuat warga Temukus was was sementara pemerintah sudah memulangkan kami,” ujarnya, sembari menyebutkan jika dari hasil pengukuran diketahui jika saat ini kedalaman kawah sudah menca[ai 130 meter dari bibir kawah, artinya telah terjadi pendangkalan dari kedalaman sebelumnya 300 meter dari bibir kawah.

Usai melihat kondisi kawah, dia dan warga lainnya saat ini sudah merasa tenang dan berencana akan segera memulai bercocok tanam, tanpa merasa was-was lagi. Sementara itu pihak PVMBG menyangkan maraknya aksi warga yang melakukan pendakian ke Gunung Agung dalam kondisi masih level III. PVMBG sendiri meminta agar warga bersabar, karena pihaknya juga berusaha mencari tahu kondisi Gunung Agung. Bahkan update terkait Gunung Agung sudah di lakukan setiap enam jam sekali lewat laporan Magma Var.

Dalam laporan tersebut juga jelas ditegaskan agar jangan melakukan aktivitas di radius bahaya 4 km. di mana warga dan wisatawan serta pengungjung lainya dilarang melakukan pendakian dan aktivitas lainya. “Karena sangat berbahaya,” ujar Kasubdit Mitigasi Gunung Api wilayah Timur, Dr Devi Kamil Syahbana. Menurutnya, sekarang ini masih sangat berpotensi terjadi erupsi sekalipun kecil. Karena itu pihaknya kembali meminta warga masyarakat untuk tidak melakukan pendakian.

wartawan
Redaksi
Category
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Sebut Pansus TRAP DPRD Bali 'Lucu', Perbekel Pancasari Tegaskan Desa Tak Punya Kewenangan Backing Bali Handara

balitribune.co.id | Singaraja - Kepala Desa (Perbekel) Desa Pancasari, Sukasada, Buleleng, Wayan Komiarsa, mengaku kecewa terhadap proses Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali, pada Rabu (4/2/2026) lalu. Ia menilai aspirasi dan data riil dari pihak desa terkait persoalan banjir di wilayahnya tidak diberikan ruang yang cukup untuk dipaparkan.

Baca Selengkapnya icon click

Pesan Gubernur Bali di Rakor P4GN 2026, Penanganan Narkoba Harus Serius dan Terpadu

balitribune.co.id | Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmen serius dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) melalui Rapat Koordinasi P4GN Provinsi Bali Tahun 2026 yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/2).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Adi Arnawa Dorong Kolaborasi Perumda MGS dan Food Station Jakarta

balitribune.co.id | Mangupura - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, selaku Kuasa Pemilik Modal, menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) dengan BUMD Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan beras, pemanfaatan sarana produksi, serta pengembangan bisnis pangan di Kabupaten Badung.

Baca Selengkapnya icon click

Pemkot Denpasar Siap Support Perhelatan Sanur Bali International Half Marathon

balitribune.co.id | Denpasar - Perhelatan Sanur Bali International Half Marathon 2026 siap digelar Minggu, 8 Februari mendatang. Pemerintah Kota Denpasar, menyambut baik perhelatan akbar yang diperkirakan akan diikuti lebih dari 5 ribu pelari domestik maupun internasional itu.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.