Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Agro Learning Centre Rekrut Anak Muda Terjun ke Pertanian

Bali Tribune / Wayan Windia - Guru Besar (E) Fakultas Pertanian Unud dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Made Sanggra, Sukawati.

balitribune.co.id | Anak muda zaman sekarang, disebut sebagai anak milenial. Anak abad ini. Abad di mana teknologi informasi menguasai dunia. Mereka sibuk dengan aplikasi-aplikasi. Implikasinya, anak muda akan memiliki banyak harapan-harapan. Mereka bahkan mungkin tidak peduli dengan sejarah bangsanya. Dan bahkan mereka lupa dengan aksi yang harus dilakukan. Mereka lupa, bahwa harapan, hanya akan mampu direalisasikan, kalau ada aksi. Harapan mereka di langit, tapi lupa bahwa mereka juga harus menginjak bumi.

Ada beberapa kasus, di mana anak muda aksinya sangat intens bermain di ranah bank. Mereka melakukan kegiatan wiraswasta di tingkata tersier (misalnya : event organizer alias EO). Meski bisnisnya belum optimal, tetapi mereka sudah berani bermain proposal. Lalu mendapat kredit dari bank, tetapi bukan digunakan untuk membesarkan bisnis inti. Tetapi untuk membuat rumah yang bagus dan membeli mobil produk terbaru. Lalu, tiba-tiba ada pandemi. Reaksinya santai saja. “Ah, tak apa-apa. Kami bisa jual saja aset tersebut,” katanya.

Itulah bagian dari kasus tentang mental hedonis dari anak-anak milenial bangsa kita. Mungkin tidak semuanya demikian. Mungkin yang bersikap demikian, hanya anak-anak muda yang telah kalah melawan arus globalisasi. Arus global yang membawa dampak kompetitifasi yang ketat, yang kemudian melahirkan manusia yang pragmatis.

Di tengah-tengah arus zaman dan mentalitas seperti itulah, politisi Nyoman Baskara muncul dengan ide pengembangan Agro Learning Centre (ALC). Ia mungkin gelisah dengan arus zaman yang mungkin selalu mengusik nuraninya. Ia membangun ALC di samping kawasan Subak Lungatad, Denpasar. Harapannya untuk mampu merekrut anak-anak muda di kawasan itu, untuk terjun dalam bisnis pertanian. Ambisinya adalah, untuk mampu mendorong anak-anak muda, siap terjun dalam bidang agribisnis. Slogannya : No Farmer, No Life.

Slogannya sederhana, tetapi kalau direnungkan, mengandung makna yang dalam. Bahwa petani dan pertanian jangan dilupakan. Kalau dilupakan, dan pertanian dibiarkan bergerak dengan auto pilot, maka pertanian akan lebur. Kalau dalam masa pandemi seperti saat ini tidak tersedia makanan, maka pasti akan muncul suasana chaos. Maka dalam berbagai diskusi dengan spiritual-econom I Gde Sudibya, maka diusahakan untuk ditambah slogan tsb. Menjadi : No Farmer, No Life, No Future. Namun kesadaran kaum politikus tidak pernah sampai di sana. Karena di benaknya yang ada hanyalah kemenangan dan  kekuasaan.

Riset yang dilakukan oleh Dr. Made Geriya (Kepala Pusat Arkeologi Nasional) dengan analisis sistem dimanik, ditemukan hal yang sangat mengagetkan. Bahwa kalau perhatian pemerintah di Bali tidak berubah, maka subak di Bali akan “nyungsep” pada tahun 2030. Nyungsep artinya terjatuh, kepalanya di bawah masuk lumpur, dan kakinya di atas. Artinya subak di Bali akan hancur lebur. Untunglah ada korona, dan pariwisata di Bali macet total. Dengan demikian sawah dan subak di Bali masih bisa agak bernafas lega. Kalau tidak, mungkin ramalan Dr. Geriya bisa saja terjadi.

Saya menemukan data yang tragis dalam buku Bali Membangun, yang terbit tahun 2019. Bahwa sawah di Bali pada tahun 2014 adalah 80.506 ha. Pada tahun 2018 turun drastis menjadi 69.066 ha. Itu artinya sawah di Bali berkurang 11.440 ha dalam empat tahun, atau 2860 ha/tahun (berkurang sekitar 2,4% per tahun). Dengan data seperti ini kiranya masuk akal hasil riset dari Dr. Gerya tsb. Sudah terbayangkan, kapan kira-kira Pulau Bali ini, eksis tanpa sawah dan tanpa subak.

Selama ini kita hanya mendengar data alih fungsi lahan sawah yang optimistis. Dinas Pertanian pernah mencatat pengurangan sawah hanya sekitar 400 ha per tahun, dan BPS mencatat hanya sekitar 750 ha/tahun. Perasaan saya mengatakan, bahwa data ini memang tidak realistis. Kondisi riil di lapangan memang sama sekali tidak mendukung. Lihatlah alih fungsi lahan sawah yang sangat masif di Tabanan, dan bahkan di Subak Jatiluwih (subak warisan dunia).

Saya telusuri terus berbagai hasil penilitian, ternyata ada data yang mengatakan bahwa alih fungsi lahan sawah di Bali lebih dari 1000 ha/ tahun. Ternyata data terbaru yang saya temukan sungguh menakjubkan. Di mana ternyata sawah di Bali berkurang lebih dari 2000 ha/tahun. Mungkin inilah data yang paling realistis. Hampir mirip dengan data dan keadaan di lapangan.   

Rekan saya, ekonom I Gde Sudibya, selalu berkeluh-kesah, kenapa pemerintah di Bali tidak concern pada sektor pertanian, yang merupakan sektor dasar. Membangun sektor pertanian memang tidak menarik. Namun akibatnya akan sangat fatal. Bisa membuat kebudayaan Bali ikut goyah. Meski ditopang oleh desa adat. Pembangunan yang concern pada sektor pertanian akan tercermin dalam APBD pemerntah. Dalam percakapan dengan Prof. Nyoman Rai, akhirnya saya tahu bahwa FAO menganjurkan agar APBD untuk pertanian agar bisa mencapai 10%.  

Jadi, untunglah ada Pak Baskara yang riil berada di lapangan (Subak Lungatad, Denpasar). Bahkan mampu merekrut anak muda ke pertanian. Ada juga Ida Bagus Sukarya dan Ketut Sugata di Subak Gde Masceti, Gianyar. Ada Dr. Ketut Suamba di Subak Lodtunduh, Gianyar. Ada lima subak lestari di Kota Denpasar. Ada Subak Guama, di Tabanan. Dan mungkin ada beberapa subak yang lain, yang belum saya ketahui. Mereka adalah patriot yang bekerja dalam senyap di sektor pertanian. Tetapi jangan biarkan mereka sendiri dalam sepi.

wartawan
Wayan Windia
Category

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Bangli Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik

balitribune.co.id | Bangli - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli untuk meneguhkan komitmen pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Denpasar Maknai Hari Kesaktian Pancasila 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momen krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan seluruh elemen masyarakat. Berlandaskan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", nilai-nilai luhur Pancasila dinilai senantiasa menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai dinamika zaman.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

balitribune.co.id | Semarapura - Penyakit jantung menempati penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Tercatat sepanjang 2015-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menuturkan, penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya yang signifikan dalam waktu satu dekade.

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Lakukan Perbaikan, OJK Resmi Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Credit Saison Indonesia Finance (PT CSIF) di Cyber 2 Tower Lantai 29, Jakarta Selatan. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-57/D.06/2026 tertanggal 24 September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Jembrana Telusuri Temuan Limbah B3 di Pinggir Jalan Dekat RSU Negara

balitribune.co.id | Negara - Temuan limbah medis yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di pinggir Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah selatan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, masih dalam penelusuran.

Baca Selengkapnya icon click

Pemasangan Pompa di Estuary Rampung, PDAM Badung Mulai Distribusi Air ke Kuta Selatan

balitribune.co.id | Mangupura - Kabar baik bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Pompa berkapasitas 800 kilowatt (kW) di Sistem 4 Estuary yang sebelumnya mengalami kerusakan kini sudah selesai dipasang. Pemasangan pompa jumbo tersebut rampung pada Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.