Akhir 2020 Kasus DBD Turun, Diskes Badung Antisipasi Lonjakan Kasus di Awal 2021 | Bali Tribune
Bali Tribune, Minggu 28 November 2021
Diposting : 10 December 2020 07:22
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/ dr Nyoman Gunarta
 
Balitribune.co.id | Mangupura - Memasuki musim penghujan di akhir tahun 2020 ini, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Badung mulai mereda. Namun demikian Dinas Kesehatan Badung terus mengantisipasi, adanya lonjakan kasus di awal tahun 2021. 
 
Pasalnya, di musim penghujan ini sangat berpotensi terjadinya pengembangbiakan nyamuk Aides Aegypti. 
"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada bahaya DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr Nyoman Gunarta dikonfirmasi Rabu (9/12).
 
Lebih lanjut mantan Dirut RSD Mangusada ini mengatakan jumlah kasus saat ini memang turun, akan tetapi karena memasuki musim penghujan maka sangat berpotensi adanya pengembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
 
Memang kasus DBD di Badung mengalami penurunan sampai akhir tahun ini. Tapi,  karena sekarang memasuki musim penghujan maka berpotensi nyamuk berkembang biak dan lonjakan kasus diawal 2021," tegasnya.
 
Berdasarkan data Dinas Kesehatan di bulan Desember 2020 hingga hari ini baru ada satu kasus DBD. Kasus mengalami penurunan dari bulan April 2020. Bulan April kasus DPD mencapai 746 kasus. Kemudian bulan Mei mengalami penurunan dengan kasus sebanyak 613, Juni sebanyak 200 kasus, Juli 90 kasus, Agustus 60 kasus, September 21 kasus, dan Oktober 15 kasus.  "November hanya 7 kasus DBD," kata dr Gunarta.
 
Selama tahun 2020 ini pejabat asal Desa Sibang Gede ini menyebut puncaknya DBD di Badung terjadi pada bulan April sampai 746 kasus. Total di tahun 2020 ini sampai sekarang ada sebanyak 2570 kasus DBD di Badung.
 
"Di triwulan pertama tidak begitu banyak yakni Januari 99 kasus, Februari 234 kasus dan Maret 484 kasus,” jelasnya.
 
Untuk mencegah lonjakan kasus di awal tahun 2021 dr Gunarta meminta peran serta masyarakat dengan melakukan pola hidup bersih. Menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah terjadinya genangan air yang bisa menjadi sarang berkembangnya nyamuk.
 
"Sebenarnya kami sudah siapkan bahan-bahan untuk persiapan fogging. Namun kami lebih mengutamakan pencegahan," pungkasnya.

Hukum & Kriminal

Terpopuler