Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Alih Profesi Cara Bertahan Ditengah Pandemi

Bali Tribune / BERALIH - Pekerja di sektor pariwisata yang beralih profesi membuat masker kain

balitribune.co.id | Denpasar – Penyebaran virus Corona (Covid-19) di Bali membuat pariwisata di pulau ini terpuruk. Para pekerja pariwisata pun berbalik haluan untuk bisa tetap bertahan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Demikian disampaikan salah seorang pekerja di industri pariwisata Bali, Dewa Adnyana saat dihubungi Bali Tribune, Senin (11/5).

Ia yang biasanya menjadi pemandu wisatawan asing ketika berwisata di Bali menuturkan, sejak 2 bulan lalu berhenti melakukan kegiatan pariwisata. Mengingat wisatawan asing tidak datang ke Pulau Dewata. Sehingga ribuan pekerja pariwisata memilih beralih profesi untuk menghidupi keluarga. 

Adnyana mengaku profesi yang dijalani saat ini yaitu membuat masker kain sesuai permintaan masyarakat ditengah pandemi Covid-19. Dalam sehari Ia mampu memproduksi 1000 picis masker kain yang dijual secara online maupun di toko-toko. "Sebelum ada pandemi Covid-19, saya setiap hari mengantar wisatawan asing dari Eropa maupun India. Tapi sejak wabah global tersebut menyebar hingga ke Indonesia yang mempengaruhi penurunan kunjungan wisatawan, saya memilih berhenti sementara dari dunia pariwisata," terangnya. 

Saat ini Dia bersama istrinya memproduksi masker kain untuk memenuhi permintaan masyarakat Bali dalam upaya memutus penyebaran Covid-19. "Hanya dengan cara ini kami bisa bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya berharap pandemi ini cepat berlalu dan segera bisa kembali bekerja di industri pariwisata," ucapnya. 

Sementara itu salah satu perusahaan tour and travel ternama di Bali yang menjual paket tur keluar negeri juga kini mengalihkan produknya ke penjualan masker dan alat-alat kesehatan. Dayu Prama Staf Tour and Travel itu menyatakan sejak masyarakat Bali tidak bisa melakukan perjalanan wisata keluar negeri, perusahaan biro perjalanan wisata tersebut mulai menjual alat-alat kesehatan sembari menunggu kondisi kembali seperti semula. Sehingga dapat kembali menjual produk-produk paket wisata ke mancanegara.

wartawan
Ayu Eka Agustini
Iklan icon ads
Iklan icon ads

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click

Kasus Scam Tembus 530 Ribu, OJK Perkuat Kolaborasi Indonesia-Australia

balitribune.co.id | Jakarta - Maraknya penipuan digital di sektor jasa keuangan membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Australia, untuk mempercepat penanganan scam yang kini berkembang lintas negara dan lintas sektor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BKSDA Bali Gagas Konsep The New Kintamani

balitribune.co.id I Bangli - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali resmi memperkenalkan konsep The New Kintamani sebagai arah baru pengelolaan bentang alam yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

Gagasan ini dipaparkan dalam forum konsolidasi di Museum Geopark Batur, Kintamani, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri 46 pemangku kepentingan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.