Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Anak-anak SD Lomba Mewarnai Wayang Kamasan

seni
SAKSIKAN - Bupati Suwirta saksikan lomba mewarnai seni lukis Kamasan digelaran Festival Semarapura ke 2.

DALAM Suasana HUT Ke 108 Puputan Klungkung dan HUT ke 24 Kota Semarapura serta memeriahkan Festival Semarapura ke-2,  digelar Lomba Mewarnai Wayang Kamasan Tingkat SD se-Kabupaten Klungkung. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Wakil Bupati I Made Kasta, Sekretaris Daerah I Gede Putu Winastra, meninjau lomba yang di Seputaran Taman depan Kantor Bupati Klungkung, Sabtu (30/4).

Jumlah peserta lomba ini adalah 180 orang, dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori A diikuti oleh siswa kelas 1-3 SD, kategori B diikuti siswa kelas 4-6 SD. Kriteria penilaian lomba antara lain kerapian dalam mewarnai, ketepatan dalam memilih warna yang digunakan, dan kesesuaian dengan waktu yang diberikan.

Ketua panitia Pelaksana I Wayan Ariana menyampaikan, karena antusias dari anak-anak Sekolah Dasar yang tinggi untuk ikut memeriahkan Festival Semarapura ke-2, maka pada akhirnya Lombaan Mewarnai Gambar Wayang ini dihadiri oleh 235 peserta, melebihi jumlah peserta lomba yang sudah mendaftar sebelumnya. Maka panitia memberikan kelonggaran kepada peserta yang baru mendaftar pada saat acara sedang berlangsung dengan memberikan waktu tambahan sesuai dengan waktu yang sudah diberikan kepada peserta yang sudah terlebih dahulu mendaftar menjadi peserta mewarnai Wayang Kamasan.

Tim Juri berasal dari guru kesenian, antara lain Mangku Muliasa, Nyoman Arcana, dan I Ketut Alit Astika Yasa. 20 Pemenang lomba untuk kriteria mewarnai Wayang Kamasan terbaik  kategori A dan B  mendapatkan sebuah piala. Untuk pemenang lomba Mewarnai Wayang Kamasan juara 1 sampai harapan 3 dari masing-masing kategori akan diserahkan pada saat penutupan Festival Semarapura ke-2.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam peninjauannya menyatakan, Lomba Mewarnai Wayang Kamasan ini bertujuan untuk mempromosikan Desa Wisata Kamasan yang sudah terkenal mendunia melalui Wayang Klasik Kamasan. Dimana dalam lomba ini, anak-anak diberikan kebebasan dalam berinovasi sesuai dengan keinginan peserta lomba, dari lomba ini diharapkan agar bisa menciptakan Wayang Klasik dari imajinasi anak-anak.

Bupati Suwirta juga berharap agar anak-anak dapat bimbingan dari pakar-pakar seniman  penerus dari Sangging Mangudara yang dapat memberikan pemahaman tentang menggambar, memberi warna wayang klasik yang benar. “Mudah-mudahan acara hari ini bisa memberikan nuasa yang berbeda dari tahun ketahun perayaan Puputan dan Festival, untuk menuju Klungkung yang banyak dikunjungi wisatawan akan bisa terwujud secara perlahan-lahan tapi pasti, pertama-tama perlu keberanian dengan membuat City Tour.

wartawan
Ketut Sugiana

Antisipasi Pembludakkan Kunjungan Wisatawan ke Kintamani, Dispar Bangli Tambah Personel Pengamanan

balitribune.co.id I Bangli - Berkaca dari libur panjang hari raya tahun kemarin yang dibarengi dengan membludaknya jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata Kintamani  diantisipasi Dinas Pariwisata Kabupaten Bangli. Salah satunya dengan  menurunkan tim gabungan yang mulai bertugas pada 18 Maret mendatang.

Baca Selengkapnya icon click

Masikian Festival 2026 Sukses Jadi Panggung Kreativitas Terbesar Yowana Jembrana

balitribune.co.id I Negara - Gelaran Masikian Festival 3 Tahun 2026 resmi berakhir dengan sukses. Ajang tahunan yang menjadi panggung kreativitas pemuda (yowana) se-Kabupaten Jembrana ini telah ditutup Sabtu (14/3/2026). Salah satu rangkaian penutupan adalah pengumuman pemenang setiap perlombaan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Perpindahan SDN 5 Buahan Payangan Diharapkan Segera Terealisasi

balitribune.co.id I Gianyar - Pemerintah Kabupaten Gianyar berencana memindahkan SDN 5 Buahan yang berada di Banjar Susut, Desa Buahan, Payangan. Tidak hanya rusak berat, lokasi  sekolah yang berdiri sejak 1982 tersebut juga kurang refresentatif. Warga berharap rencana perpindahan itu segera terealisasi.

Baca Selengkapnya icon click

SKB Pembatasan Angkutan Logistik Dinilai Mandul, Truk Non-Sembako Masih 'Nyempil' di Antrean Mudik

balitribune.co.id | Jembrana - Dibalik riuhnya eforia arus mudik di Jembrana, justru operasional truk angkutan logistik non sembako menjadi sorotan. Kinerja aparat di Denpasar, Badung dan Tabanan termasuk Banyuwangi dalam melaksanakan keputusan bersama kini dipertanyakan oleh masyarakat di Jembrana.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.