Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Banyak Kios di Pasar Galiran Klungkung dan Pasar Semarapura Beralih Fungsi

BERALIH FUNGSI - Tampak sejumlah kios yang tutup setiap harinya malah ada yang beralih fungsi sebagai gudang.

BALI TRIBUNE - Banyaknya kios kios yang beralih fungsi baik disewakan maupun dikontrakkan maupun dijadikan gudang ternyata ada benarnya. Ternyata sinyalemen Bupati Klungkung yang menolak keberadaan Badan Pengelola Pasar untuk mengelola keberadaan pasar ini cukup beralasan, karena dirinya juga mendengar dan  menyatakan banyak kios-kios di Pasar Galiran maupun Pasar Kota Semarapura beralih fungsi tidak dimanfaatkan sebagai mana mestinya sebagai sarana kios  untuk berjualan ternyata ada benarnya.   Dari pengamatan wartawan yang turun ke Pasar Galiran pagi-pagi sekitar pukul 06.00 wita Selasa (11/12)  banyak menemukan kios-kios yang tutup tidak dibuka alias ditutup kesehariannya. Sumber di Pasar Galiran yang tidak ingin dimuat identitasnya menyatakan beralih fungsinya kios-kios ini disebutkan karena berbagai alasan yang cenderung mencari pembenar saja. Seperti disebutkan sumber lainnya salah seorang pedagang yang ditemui di Pasar Galiran Pak Ketut menyatakan bahwa banyak kios-kios di seputaran pasar Galiran yang disewakan maupun dijual di bawah tangan ke pihak lain.  Dari pengamatannya disebutkan pula sering disaksikan pemilik kios  kucing-kucingan jika ada pemeriksaan dari petugas Pasar Galiran. Mereka sengaja membuka kiosnya sekadar untuk menghindari pemeriksaan terhadap pemiliknya namun sejatinya kios  tersebut telah berpindah tangan alias disewakan maupun dijual di bawah tangan ke pihak lain. Tentu hal ini tidak sesuai dengan peruntukan untuk memfasilitasi para pedagang kecil berjualan di pasar. Apalagi buktinya banyak pedagang kecil yang belum mendapatkan  tempat berjualan seperti kios dan terpaksa mereka tiap hari mereka berjualan di emper-emper dikawasan  pasar Galiran. Ada satu kios yang sempat diinvestigasi milik seorang warga dari sengguan nyatanya kios tersebut nyatanya telah disewakan maupun dikontrakkan ke pihak lain. Sumber menyebutkan para pedagang di pasar Galiran jelas-jelas dia baca aturan  yanbg tertera disurat perjanjian waktu penandatanganan mencari kios. Di perjanjian  sudah jelas tertera di larang mengalihkan ke pihak lain maupun mengontrakan atau menjual ke pihak lain, tapi nyatanya di lapangan malah semakin parah. “Dari total yang diamati ada sekitar 15 Kios di pinggir timur Pasar Galiran saja  terbukti dimanfaatkan sebagai gudang maupun dialih fungsikan dikontrakkan ke pihak lain,” ujar pedagang yang ditemui menyatakan diri bernama Pak Ketut.  

wartawan
Ketut Sugiana
Category

“Homeless Media” Adaptasi atau Ancaman Demokrasi?

balitribune.co.id | Perdebatan soal “homeless media” sesungguhnya bukan sekadar pertengkaran antara media lama dan media baru. Polemik ini lebih dalam dari itu - Indonesia sedang menghadapi benturan besar antara disrupsi digital dengan standar profesionalisme pers yang selama ini menjadi fondasi demokrasi.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Kasus Scam Tembus 530 Ribu, OJK Perkuat Kolaborasi Indonesia-Australia

balitribune.co.id | Jakarta - Maraknya penipuan digital di sektor jasa keuangan membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kerja sama internasional, termasuk dengan Australia, untuk mempercepat penanganan scam yang kini berkembang lintas negara dan lintas sektor.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BKSDA Bali Gagas Konsep The New Kintamani

balitribune.co.id I Bangli - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali resmi memperkenalkan konsep The New Kintamani sebagai arah baru pengelolaan bentang alam yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. 

Gagasan ini dipaparkan dalam forum konsolidasi di Museum Geopark Batur, Kintamani, Jumat (8/5/2026), yang dihadiri 46 pemangku kepentingan.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.