balitribune.co.id | Mangupura - merintah Kabupaten (Pemkab) Badung memutuskan untuk mengubah format hadiah tambahan bagi pemenang dan peserta lomba ogoh-ogoh Badung Saka Fest 2026. Hadiah yang semula direncanakan dalam bentuk dana hibah, kini resmi diganti menjadi uang tunai.
Ketua Panitia Badung Caka Fest, Ida Bagus Agung Munika, yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa perubahan ini telah disampaikan langsung oleh Bupati Badung kepada 21 perwakilan Sekaha Teruna (ST). Menurutnya, langkah ini diambil untuk menghindari kendala administrasi dan regulasi terkait pemberian hibah.
"Hadiah tambahan jadinya berupa uang tunai. Pertimbangannya, pemberian hibah tidak boleh dilakukan berturut-turut karena sebelumnya setiap ST sudah menerima dana kreativitas Rp40 juta dan bantuan ulang tahun Rp20 juta," ujar Gus Munika, Rabu (25/3).
Selain aturan regulasi, Gus Munika menambahkan bahwa penggunaan format uang tunai akan memudahkan para pemuda secara administrasi karena tidak perlu menyusun proposal maupun laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang rumit seperti pada dana hibah.
Pemberian hadiah ini, kata dia, akan dianggarkan pada APBD Perubahan 2026 dengan target realisasi pada 16 Nopember 2026.
"Terkait besaran nominal, kami tegaskan tidak ada perubahan angka," katanya.
Adapun rincian hadiah tambahan yang dijanjikan oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa adalah untuk juara I Rp500 juta, juara II Rp450 Juta, dan juara III Rp400 Juta.
Kemudian untuk juara Harapan I Rp350 Jut dan 17 peserta lainnya masing-masing Rp200 Juta
Di luar hadiah tambahan tersebut, panitia juga telah menyiapkan hadiah tetap bagi para pemenang lomba yang terdiri dari uang tunai (Juara I Rp50 juta hingga Juara Harapan III Rp25 juta), piagam penghargaan, serta piala.
Diketahui ST Tunas Remaja Banjar Umahanyar, Penarungan sukses mempertahankan status juara bertahan. Sekarang mereka kembali membuktikan kualitasnya dengan nilai yang cukup telak dengan hasil karya ogoh-ogoh Maguru Satua.
Persaingan ketat terjadi di posisi papan atas, di mana peringkat kedua diraih oleh ST Bhuana Kusuma dari Banjar Peken, Desa Adat Bualu, Kuta Selatan. Mengusung tema "Manutur", mereka berhasil mengantongi total nilai 895,00. Menyusul di posisi ketiga, ST Bakti Dharma dari Banjar Kangin, Desa Adat Pecatu, sukses meraih prestasi melalui karya "Kala Bendu" dengan nilai 855,00.
Selain tiga besar utama, dewan juri juga menetapkan pemenang kategori harapan sebagai berikut.
Harapan 1: ST Putra Laksana (Banjar Bersih, Darmasaba) dengan karya "Prayatna", nilai 828,00.
Harapan 2: ST Putra Dharma Jati (Banjar Batubelig Kangin, Kerobokan Kelod) dengan karya "Bergah", nilai 814,00. Harapan 3: ST Bhakti Yowana (Banjar Banjaran, Abiansemal) dengan karya "Prahara Ning Candra Gohmuka", nilai 813,00. Secara keseluruhan total ada 21 ogoh-ogoh yang bertarung di Puspem Badung.