Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

BOR RSU Sanjiwani Masih di Bawah 50 Persen

Bali Tribune/BOR - Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSU Sanjiwani tetap stabil di 50 persen.


balitribune.co.id | Gianyar  - Ketika lonjakan kasus Covid-19 di daerah lainnya mengakibatkan sejumlah rumah sakit overload, namun berbeda halnya di Gianyar.  Meski ada penambahan beberapa kasus, jumlahnya tidak signifikan. Hal ini terungkap dari Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSU Sanjiwnai Gianyar yang angkanya masih dibawah 50 persen.
 
Dari pantauan, Rabu (7/7/2021), situasi di RSU Sanjiwani Gianyar selama pemberlakuan PPKM Darurat, masih terkendali. Dari jumlah bad yang disediakan untuk ruang isolasi terisi dibawah dibawah 50%.  "Semua terkendali, BOR yang ada tidak sampai terisi setengahnya," Ujar Direktur RSUD Sanjiwani, dr. Komang Upekesa. 
 
Disebutkan, di RSU rujukan Bali Timur itu, memiliki kapasitas 64 Bed/ Tempat Tidur untuk tempat isolasi pasien covid-19. Saat ini terisi 16 Bed sekitar 25%. Dikatakanya, tempat TT isolasi yang kosong masih mencukupi. Begitu pula tempat ICU dimana terdapat 15 Bed. Saat ini hanya terisi 2 atau sekitar 13%. "Astungkara hingga saat ini kondisinya tetap  aman lancar dan terkendali,  BOR masih 25 % masih cukup, bed isolasi yang kosong," ungkapnya.
 
Dalam beberapa pekan terakhir hingga  pemberlakuan PPKM Darurat, diakuinya ada peningkatan pasien covid-19 di Gianyar. Namun, jumlahnya tidak signifikan. Karena, peningkatannya hanya  sekitar 10%. Sementara yang dirawat pasien dengan penyakit penyerta ada juga yang bergejala. Mengenai kesedian tabung oksigen sangat mencukupi. Terkait bagaiaman kesiapan RSU Sanjiwani jika ada pelonjakan pasien. dr. Upeksa mengatakan akan disiapkan ruangan isolasi tambahan. "Kami Pastikan Stok oksigen sangat memadai. Kalaupun nantinya ada lonjakan kasus, kami sudah  siapkan ruangan isolasi tambahan," tambahnya.
 
Upeksa yang juga Plt. Kadis Kesehatan Gianyar ini mengaskan, hingga kini Kabupaten Gianyar menjadi salah satu kabupaten yang akan menuju zona hijau pada bulan Agustus. Hal ini didapat karena 79% warga Gianyar telah mendapatkan vaksinasi Covid-19. Sehingga hard imunity di masyarakat telah terbentuk. Bahkan di daerah wisata Ubud sudah masuk zona hijau. Sebab hampir semua masyarakatnya telah mendapat suntikan vaksin covid-19 tahap pertama dan tahap kedua. 
wartawan
ATA
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.